CPNS Seram duduki kantor bupati
Selasa, 13 November 2012 - 11:26 WIB
CPNS Seram duduki kantor bupati
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan calon Pegawai Negeri Sipil (cpns) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku terus menuntut bupati mengangkat mereka menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Setelah melakukan pengrusakan sejumlah kantor pemerintahan, kini para CPNS tersebut menduduki kantor bupati. Mereka mengancam akan membakar kantor bupati jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.
Sekira 200 CPNS di Kabupaten SBB, Maluku kembali menggelar aksi di depan Kantor Bupati SBB di Kota Piru. Dalam aksi ini para CPNS mengamuk dan melempari kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan sejumlah kantor badan dan dinas yang satu atap dengan Kantor Bupati SBB ini.
Aksi para cpns ini membuat aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Polres SBB kewalahan. Kemarahan CPNS ini reda setelah Sekda Kabupaten SBB Mansur Tuharea dan Kepala BKD Yudit Louhenapessy menemui mereka.
Namun karena tidak membuahkan hasil, para CPNS ini tetap berunjuk rasa di Kantor Bupati SBB mereka meminta bupati agar mengeluarkan SK pengangkatan sebagai PNS.
Hingga, Selasa (13/11/2012), massa ini masih menduduki Kantor Bupati SBB. Bahkan massa bahkan bertambah banyak dan mengancam akan membakar kantor bupati jika tuntutannya tidak dipenuhi.
Setelah melakukan pengrusakan sejumlah kantor pemerintahan, kini para CPNS tersebut menduduki kantor bupati. Mereka mengancam akan membakar kantor bupati jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.
Sekira 200 CPNS di Kabupaten SBB, Maluku kembali menggelar aksi di depan Kantor Bupati SBB di Kota Piru. Dalam aksi ini para CPNS mengamuk dan melempari kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan sejumlah kantor badan dan dinas yang satu atap dengan Kantor Bupati SBB ini.
Aksi para cpns ini membuat aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Polres SBB kewalahan. Kemarahan CPNS ini reda setelah Sekda Kabupaten SBB Mansur Tuharea dan Kepala BKD Yudit Louhenapessy menemui mereka.
Namun karena tidak membuahkan hasil, para CPNS ini tetap berunjuk rasa di Kantor Bupati SBB mereka meminta bupati agar mengeluarkan SK pengangkatan sebagai PNS.
Hingga, Selasa (13/11/2012), massa ini masih menduduki Kantor Bupati SBB. Bahkan massa bahkan bertambah banyak dan mengancam akan membakar kantor bupati jika tuntutannya tidak dipenuhi.
(ysw)