Warga miskin dilarang sakit?
Selasa, 13 November 2012 - 09:39 WIB
Warga miskin dilarang sakit?
A
A
A
Sindonews.com - Pelayanan kesehatan di Bogor banyak dinilai warga buruk. Hal itu lantaran banyak keluhan warga Bogor yang menyebutkan pihak rumah sakit (RS) selalu mengutamakan perawatan bagi pasien yang bayar tunai.
Hal itu berbanding terbalik ketimbang melakukan pelayanan kepada masyarakat yang menggukanakan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) atau Jaminan Persalinan (Jampersal).
Seorang pasien Yayan (36) warga Leuwiliang, Kabupaten Bogor, pernah mengalami hal itu. Dia mengaku menggunakan uang tunai, namun setelah mendapat perawatan dan ditempatkan di ruangan dia segera mengaku menggunakan Jamkesmas. Namun katanya tidak mudah untuk mengurus hal tersebut, dia mengaku meminta bantuan oknum RS yang berpengaruh agar bisa mengatasinya.
"Kalau enggak ada bantuan teman saya, mungkin saya dikeluarkan dari RS," kata Yayan, di kediamannya, Selasa (13/11/2012).
Peristiwa yang dialami Yayan, hampir semua dialami warga miskin lainnya. Peristiwa tersebut hampir setiap saat ditemukan di rumah sakit yang ada di Bogor.
Hal itu berbanding terbalik ketimbang melakukan pelayanan kepada masyarakat yang menggukanakan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) atau Jaminan Persalinan (Jampersal).
Seorang pasien Yayan (36) warga Leuwiliang, Kabupaten Bogor, pernah mengalami hal itu. Dia mengaku menggunakan uang tunai, namun setelah mendapat perawatan dan ditempatkan di ruangan dia segera mengaku menggunakan Jamkesmas. Namun katanya tidak mudah untuk mengurus hal tersebut, dia mengaku meminta bantuan oknum RS yang berpengaruh agar bisa mengatasinya.
"Kalau enggak ada bantuan teman saya, mungkin saya dikeluarkan dari RS," kata Yayan, di kediamannya, Selasa (13/11/2012).
Peristiwa yang dialami Yayan, hampir semua dialami warga miskin lainnya. Peristiwa tersebut hampir setiap saat ditemukan di rumah sakit yang ada di Bogor.
(rsa)