Bogor tata rumah sakit rujukan
Selasa, 13 November 2012 - 09:28 WIB
Bogor tata rumah sakit rujukan
A
A
A
Sindonews.com - Adanya keluhan sejumlah pasien dari keluarga miskin (Gakin) yang ditolak rumah sakit membuat Pemerintah Kabupaten Bogor menata ulang rumah sakit yang dijadikan rujukan.
Mengenai adanya penolakan pasien gakin oleh rumah sakit, dipandang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Tri Wahyu Harini tidak bisa divonis begitu saja.
"Jika kamar penuh rumah sakit juga tidak bisa berbuat apa-apa," katanya ketika dihubungi, Selasa (13/11/2012).
Anggapan bahwa pasien gakin selalu tidak mendapat penanganan maksimal belum tentu benar. Selama ini masyarakat masih awam dengan persepsi medis di RS, bahwa penempatan pasien tidak bisa sembarangan.
"Pasien wanita tidak bisa disatukan dengan pasien pria, pasien berpenyakit infeksi tidak bisa disamakan non infeksi," kata Tri.
Untuk itu, kata Tri, agar masalah tersebut bisa diatasi, maka pihaknya saat ini melakukana penataan rujukan. Dimana pasien yang bisa ditangani di Pusekesmas bisa langsung ditangani.
Selain itu pihaknya juga melakukan penataan atau kerjasama rujukan dengan RS lainnya yang ada di Bogor agar jika ruangan penuh bisa dirujuk ke RS yang masih bisa menampung.
Mengenai adanya penolakan pasien gakin oleh rumah sakit, dipandang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Tri Wahyu Harini tidak bisa divonis begitu saja.
"Jika kamar penuh rumah sakit juga tidak bisa berbuat apa-apa," katanya ketika dihubungi, Selasa (13/11/2012).
Anggapan bahwa pasien gakin selalu tidak mendapat penanganan maksimal belum tentu benar. Selama ini masyarakat masih awam dengan persepsi medis di RS, bahwa penempatan pasien tidak bisa sembarangan.
"Pasien wanita tidak bisa disatukan dengan pasien pria, pasien berpenyakit infeksi tidak bisa disamakan non infeksi," kata Tri.
Untuk itu, kata Tri, agar masalah tersebut bisa diatasi, maka pihaknya saat ini melakukana penataan rujukan. Dimana pasien yang bisa ditangani di Pusekesmas bisa langsung ditangani.
Selain itu pihaknya juga melakukan penataan atau kerjasama rujukan dengan RS lainnya yang ada di Bogor agar jika ruangan penuh bisa dirujuk ke RS yang masih bisa menampung.
(ysw)