Bayi laki-laki ditemukan dalam kardus
Selasa, 13 November 2012 - 05:20 WIB
Bayi laki-laki ditemukan dalam kardus
A
A
A
Sindonews.com – Seorang laki-laki yang diperkirakan telah berumur dua bulan ditemukan dalam sebuha kotak kardus, di halaman rumah, Ade Kusuma Wati (30) di dusun satu desa Pulau Harapan Banyuasin III.
Saat ditemukan, bayi putih dalam kondisi agak demam itu mengenakan baju bayi putih dengan menggunakan penutup tangan. Di kotak kardus itu, terdapat selimut bayi berwarna merah. Sementara di samping tubu bayi diselipkan botol susu sang bayi.
Penemu bayi, Ade menceritakan pada sekitar pukul lima shubuh, dirinya mendengar jerintan bayi dari luar rumah. Sempat didiamkan sebentar, namun tangis sang bayi makin menjadi-jadi. Lalu berapa lama kemudian, dirinya menemukan kardus di teras rumahnya yang terbungkus selimut bayi. Saat dibuka, dalam kardus tersebut terdapat bayi laki-laki dengan berat sekitar 3,8 kilogram dan panjang 53 sentimeter.
“Karena takut, saya panggil adek untuk lihat dan menggendongnya,” ungkap Ade menjelaskan kepada wartawan, Senin 12 November 2012.
Lalu, penemuan bayi tersebut pun langsung dilaporkan pada Kepala Desa (Kades) Pulau Harapan, Rubil. Lalu, bersama dengan warga dan Kades, bayi laki-laki bekulit putih mulus tersebut dilaporkan ke Mapolres Banyuasin. Oleh Kanit PPA, Ipda Ady Ahyat, langsung melakukan melakukan pemeriksaan kesehatan bayi di puskesmas Banyuasin III.
“Sekitar pukul 06.00 WIB, barulah dibawa ke Polres dan dilaporkan. Pihak PPA menyarankan agar dilakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu pada bayi,”kata Kades Rubil.
Merasa sangat iba atas kondisi bayi, membuat banyak masyarakat desa Pulau Harapan berkeinginan untuk mengadopsi. Salah satunya, Erlia (28), warga dusun satu desa Pulau Harapan yang mengaku sedang sangat mengharapkan seorang anak. Saat penemuan itu pula, Erlia terlihat selalu menggendong sang bayi.
“Entah kenapa, saya itu langsung sayang dengan bayi. Sudah tiga tahun menunggu anak, ternyata ada Rizki seperti ini,” kata Erlia.
Pemberian nama Rizki Hidayatullah itupun merupakan ide dari Erlia. Karena ada keinginan untuk mengadopsi, maka Polres Banyuasin dengan melibatkan Dinas Sosial, dan Perwakilan Komisi IV DPRD Banyuasin langsung melakukan prosesi serah terima bayi pada ibu angkatnya tersebut.
Dikatakan Kepala Dinas Sosial, Indra Hadi, penemuan bayi seperti Rizki ini menjadi tanggungjawab dari pemerintah kabupaten (Pemkab) dalam pemenuhan kebutuhan, termasuk dalam tanggungjawab untuk membesarkan. Namun, ternyata salah seorang warga desa Pulau Harapan berkeinginan untuk mengangkatnya menjadi anak, maka Dinas Sosial didampingi dengan Komisi IV DPRD Banyuasin menfasilitasi.
“Mengenai legalitasnya akan diurus kemudian. Terpenting, si bayi dapat diurus oleh mereka yang mau bertanggung jawab,” katanya.
Sementara itu, Kanit PPA Polres Banyuasin, Ipda Ady Ahyat mengatakan penyelidikan terhadap penemuan bayi masih akan dilanjutkan oleh pihaknya. Meski, si bayi telah mendapatkan ibu angkat yang akan mengurusnya kelak.
“Anggota masih akan melakukan pengumpulan informasi dan keterangan lainnya. Di tubuh bayi, tidak terdapat tanda-tanda kekerasan, artinya memang sengaja ditinggal dan dibuang,” katanya.
Saat ditemukan, bayi putih dalam kondisi agak demam itu mengenakan baju bayi putih dengan menggunakan penutup tangan. Di kotak kardus itu, terdapat selimut bayi berwarna merah. Sementara di samping tubu bayi diselipkan botol susu sang bayi.
Penemu bayi, Ade menceritakan pada sekitar pukul lima shubuh, dirinya mendengar jerintan bayi dari luar rumah. Sempat didiamkan sebentar, namun tangis sang bayi makin menjadi-jadi. Lalu berapa lama kemudian, dirinya menemukan kardus di teras rumahnya yang terbungkus selimut bayi. Saat dibuka, dalam kardus tersebut terdapat bayi laki-laki dengan berat sekitar 3,8 kilogram dan panjang 53 sentimeter.
“Karena takut, saya panggil adek untuk lihat dan menggendongnya,” ungkap Ade menjelaskan kepada wartawan, Senin 12 November 2012.
Lalu, penemuan bayi tersebut pun langsung dilaporkan pada Kepala Desa (Kades) Pulau Harapan, Rubil. Lalu, bersama dengan warga dan Kades, bayi laki-laki bekulit putih mulus tersebut dilaporkan ke Mapolres Banyuasin. Oleh Kanit PPA, Ipda Ady Ahyat, langsung melakukan melakukan pemeriksaan kesehatan bayi di puskesmas Banyuasin III.
“Sekitar pukul 06.00 WIB, barulah dibawa ke Polres dan dilaporkan. Pihak PPA menyarankan agar dilakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu pada bayi,”kata Kades Rubil.
Merasa sangat iba atas kondisi bayi, membuat banyak masyarakat desa Pulau Harapan berkeinginan untuk mengadopsi. Salah satunya, Erlia (28), warga dusun satu desa Pulau Harapan yang mengaku sedang sangat mengharapkan seorang anak. Saat penemuan itu pula, Erlia terlihat selalu menggendong sang bayi.
“Entah kenapa, saya itu langsung sayang dengan bayi. Sudah tiga tahun menunggu anak, ternyata ada Rizki seperti ini,” kata Erlia.
Pemberian nama Rizki Hidayatullah itupun merupakan ide dari Erlia. Karena ada keinginan untuk mengadopsi, maka Polres Banyuasin dengan melibatkan Dinas Sosial, dan Perwakilan Komisi IV DPRD Banyuasin langsung melakukan prosesi serah terima bayi pada ibu angkatnya tersebut.
Dikatakan Kepala Dinas Sosial, Indra Hadi, penemuan bayi seperti Rizki ini menjadi tanggungjawab dari pemerintah kabupaten (Pemkab) dalam pemenuhan kebutuhan, termasuk dalam tanggungjawab untuk membesarkan. Namun, ternyata salah seorang warga desa Pulau Harapan berkeinginan untuk mengangkatnya menjadi anak, maka Dinas Sosial didampingi dengan Komisi IV DPRD Banyuasin menfasilitasi.
“Mengenai legalitasnya akan diurus kemudian. Terpenting, si bayi dapat diurus oleh mereka yang mau bertanggung jawab,” katanya.
Sementara itu, Kanit PPA Polres Banyuasin, Ipda Ady Ahyat mengatakan penyelidikan terhadap penemuan bayi masih akan dilanjutkan oleh pihaknya. Meski, si bayi telah mendapatkan ibu angkat yang akan mengurusnya kelak.
“Anggota masih akan melakukan pengumpulan informasi dan keterangan lainnya. Di tubuh bayi, tidak terdapat tanda-tanda kekerasan, artinya memang sengaja ditinggal dan dibuang,” katanya.
(azh)