LKS nyimeng siap ditarik
Senin, 12 November 2012 - 11:56 WIB
LKS nyimeng siap ditarik
A
A
A
Sindonews.com - Penerbit Lembar Kerja Siswa (LKS) yang terdapat dialog tak pantas mengenai resep awet muda dengan mengisap ganja (nyimeng) siap ditarik penerbit CV Sindunata jika ada perintah dari Dinas Pendidikan.
Manajemen CV Sindunata Yatim Arohmah mengaku pihaknya siap menarik seluruh LKS.
"Saat ini belum ada perintah penarikan (dari Diknas) tapi kalau ada akan langsung kami tarik," kata Yatim di kantornya di Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (12/11/2012).
Mengenai materi LKS itu sendiri, menurut Yatim, pihaknya sebenarnya hanya ingin mencerdaskan bangsa sesuai dengan visi dan misi-nya. Sebenarnya LKS ini tidak hanya di Kudus saja, namun beredar di seluruh Jawa Tengah termasuk Kota Solo.
"Sejauh ini tidak ada masalah, total kami telah mengedarkan 5.000 eksemplar," ungkapnya.
Mengenai materi yang diprotes, kata Yatim, seharusnya masyarakat melihat secara menyeluruh tidak per nomor.
Dalam buku tersebut, LKS bahasa Jawa Kelas 3 SD diceritakan seorang kakek mempunyai resep awet muda berupa kebiasaan madat, minum-minuman keras, dan merokok.
Dalam teks bacaaan tersebut menceritakan seorang kakek yang berdialog dengan seorang anak muda tentang resep awet muda. Sang kakek menyebutkan bahwa resep awet mudanya adalah berupa kebiasannya nyimeng sebelum tidur.
Tak sampai di sini, si kakek juga menyarankan sehari minum-minuman keras sebanyak dua botol dan menghabiskan dua bungkus rokok.
Kasus ini terungkap di SD Negeri 3 Barongan Kudus, padahal buku ajar tersebut sudah dipergunakan hingga tengah semester ini.
Manajemen CV Sindunata Yatim Arohmah mengaku pihaknya siap menarik seluruh LKS.
"Saat ini belum ada perintah penarikan (dari Diknas) tapi kalau ada akan langsung kami tarik," kata Yatim di kantornya di Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (12/11/2012).
Mengenai materi LKS itu sendiri, menurut Yatim, pihaknya sebenarnya hanya ingin mencerdaskan bangsa sesuai dengan visi dan misi-nya. Sebenarnya LKS ini tidak hanya di Kudus saja, namun beredar di seluruh Jawa Tengah termasuk Kota Solo.
"Sejauh ini tidak ada masalah, total kami telah mengedarkan 5.000 eksemplar," ungkapnya.
Mengenai materi yang diprotes, kata Yatim, seharusnya masyarakat melihat secara menyeluruh tidak per nomor.
Dalam buku tersebut, LKS bahasa Jawa Kelas 3 SD diceritakan seorang kakek mempunyai resep awet muda berupa kebiasaan madat, minum-minuman keras, dan merokok.
Dalam teks bacaaan tersebut menceritakan seorang kakek yang berdialog dengan seorang anak muda tentang resep awet muda. Sang kakek menyebutkan bahwa resep awet mudanya adalah berupa kebiasannya nyimeng sebelum tidur.
Tak sampai di sini, si kakek juga menyarankan sehari minum-minuman keras sebanyak dua botol dan menghabiskan dua bungkus rokok.
Kasus ini terungkap di SD Negeri 3 Barongan Kudus, padahal buku ajar tersebut sudah dipergunakan hingga tengah semester ini.
(ysw)