Banjir bandang Mamasa disebabkan tanah longsor

Senin, 12 November 2012 - 03:00 WIB
Banjir bandang Mamasa...
Banjir bandang Mamasa disebabkan tanah longsor
A A A
Sindonews.com - Banjir bandang Mamasa, yang terjadi di Desa Batanguru, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), pada Kamis, 8 November pekan lalu, yang disebabkan oleh jebolnya sebuah penampungan air diatas gunung ternyata tidak benar. Melainkan disebabkan oleh tanah longsor akibat hujan.

Kapolres Mamasa AKBP Imade Sunarta mengatakan, hasil investigasi terhadap peristiwa tersebut bukan akibat jebolnya tanggul. Melainkan akibat longsor yang terjadi di atas pegunungan ke sungai Batanguru yang jaraknya sekira 500 meter sebelum banjir terjadi.

"Longsor tersebut menutupi aliran sungai, sehingga terjadi penampungan air atas pemukiman yang merupakan aliran sungai. Karena kondisi cuaca di Desa Batanguru yang terus dilanda hujan, akhirnya longsoran tersebut tidak bisa menahan beban air yang semakin banyak," jelas Imade, di Mapolres Mamasa, Minggu 11 November 2012.

Menurutnya, karena hal itu, terjadi pengikisan yang mengakibatkan air yang tertampung sebelumnya secara tiba-tiba tumpah dan menghantam pemukiman warga yang ada di pinggir sungai lereng gunung Kolong Lao.

“Itu penyebab terjadinya banjir. Memang selama ini, informasinya bendungan, tapi setelah dilakukan investigasi dari sumber air, ternyata penyebabnya adalah longsor. Dan murni bencana alam akibat kondisi cuaca,” jelas Imade.

Dalam peristiwa itu, bukan hanya air yang tumpah secara tiba-tiba, melainkan juga bebatuan serta kayu-kayu yang tertahan diatas longsor. Sehingga, saat banjir terjadi, selain mengakibatkan korban jiwa belasan orang, bebatuan dan kayu yang terbawa arus yang menghantam tujuh rumah penduduk yang mengakibatkan dua rumah hanyut, satu lumbung hanyut, serta empat rumah lainnya rusak berat.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh membantah peristiwa itu terjadi karena jebolnya penampungan air. Sebab, dalam kunjungannya, ternyata tidak ada yang bisa memastikan. Pada kesempatan itu, Gubernur menyatakan banjir itu murni bencana alam.

Sementara itu, dalam proses pencarian terhadap dua korban lainnya yang hingga hari ketiga belum ditemukan, tim SAR gabungan terpaksa menghentikan proses pencarian terhadap korban yang belum ditemukan siang kemarin. Sebab, kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.

“Kita hentikan pencarian korban karena hujan. Pencarian akan dilanjutkan besok,” jelas Imade.

Sementara itu, Ketua posko evakuasi bencana alam Komandan Kodim Polewali Mamasa Yudhi Murfi mengatakan, sebagaimana yang ditetapkan Gubernur masa siaga bencana selama satu pekan sejak kejadian. Karena itu, pencarian akan terus dilakukan hingga sepekan.
(rsa)
Berita Terkait
Hal yang Dilakukan Ketika...
Hal yang Dilakukan Ketika Terjadi Bencana Banjir Bandang
Tiga Orang Dikabarkan...
Tiga Orang Dikabarkan Hilang Terseret Banjir Bandang Sukabumi
Bencana Banjir Bandang...
Bencana Banjir Bandang di Spanyol Menewaskan 95 Orang
Sejumlah Rumah Warga...
Sejumlah Rumah Warga di Tapian Dolok Terendam Banjir
Banjir Bandang Rendam...
Banjir Bandang Rendam Ratusan Rumah pada Empat Kecamatan di Luwu
Banjir Bandang di Brasil...
Banjir Bandang di Brasil Tewaskan 39 Orang
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
51 menit yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
2 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
2 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
2 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
2 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
4 jam yang lalu
Infografis
Atasi Banjir Jakarta,...
Atasi Banjir Jakarta, Pramono Instruksikan Normalisasi Tiga Sungai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved