Kelebihan penumpang, angkudes terjun ke sungai
Senin, 12 November 2012 - 02:00 WIB
Kelebihan penumpang, angkudes terjun ke sungai
A
A
A
Sindonews.com – Sebuah angkutan desa (angkudes) jurusan Kajoran-Salaman dengan nomor polisi AA 1097 AB terjun ke sungai, dan menewaskan dua orang di tanjakan Cepit, di Dusun Pedan Barat, Desa Kajoran, Kecamatan Kajoran, Magelang. Kecelakaan tersebut diduga karena kelebihan penumpang.
Korban meninggal dunia adalah Tentrem (60), warga Desa Wadas, Kajoran dan Trikanah (35), warga Desa Bangsri, Kajoran.
Kejadian nahas itu bermula saat angkudes yang dikemudikan oleh Hajar Budianto (40), warga Desa Pulo Saren, Salaman, memberangkatkan penumpang dari Pasar Kajoran menuju Terminal Salaman sekira pukul 07.10 WIB. Namun, setibanya di tanjakan Cepit, mobil tidak kuat membawa beban yang dibawa. Karena tidak bisa dikendalikan, angkudes tersebut mundur dan menabrak pembatas jalan hingga jatuh ke sungai.
Seorang saksi Budi mengatakan, angkudes terjun ke sungai sekira 2,5 meter setelah menabrak pembatas jalan. Kondisi tersebut membuat warga sekitar kesulitan untuk mengevakuasi korban.
“Saya dan warga yang lain kesulitan membantu karena cukup dalam dan kondisi mobilnya sulit dijangkau. Saya hanya melihat ada korban terjepit paling bawah, sepertinya sudah meninggal,” kata Budi, di lokasi kecelakaan, Minggu 11 November 2012.
Sementara itu, menurut perawat Puskesmas Salaman I Sri Waturi, satu korban meninggal di lokasi kejadian yakni Tentrem. Sedangkan Trikanah menghembuskan napas terakhir saat dalam perjalanan menuju puskesmas.
“Meninggalnya dalam perjalanan satu kilo meter dari lokasi,” ujar Sri.
Sementara korban yang dirawat di Puskesmas Salaman I terdiri empat korban. Pawit (60), warga Dusun Tidaran, Banjaretno, Kajoran; Walkonah (55), warga Dusun Banaran, Sidosari, Salaman; Komsatun (45), Warga Desa bangsri, Kajoran; dan Ruwet (70), warga Desa Wadas, Kajoran.
“Mereka rata-rata mengalami luka ringan,” ujarnya.
Sementara satu korban masih menjalani masa kritis adalah Dariah (70), warga Wadas, Kajoran yang hingga kini dirawat di Rumah sakit Harapan Magelang. Dariah mengalami luka berat di bagian kepala.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Magelang AKP Jamal Alam mengaku sudah memeriksa sebagian saksi untuk menindaklanjuti kejadian tersebut secara intensif.
“Kami sudah mencari data dari saksi-saksi. Selain itu juga sudah melakukan penyelidikan, dan olah tempat kejadian perkara (TKP),” tandasnya.
Korban meninggal dunia adalah Tentrem (60), warga Desa Wadas, Kajoran dan Trikanah (35), warga Desa Bangsri, Kajoran.
Kejadian nahas itu bermula saat angkudes yang dikemudikan oleh Hajar Budianto (40), warga Desa Pulo Saren, Salaman, memberangkatkan penumpang dari Pasar Kajoran menuju Terminal Salaman sekira pukul 07.10 WIB. Namun, setibanya di tanjakan Cepit, mobil tidak kuat membawa beban yang dibawa. Karena tidak bisa dikendalikan, angkudes tersebut mundur dan menabrak pembatas jalan hingga jatuh ke sungai.
Seorang saksi Budi mengatakan, angkudes terjun ke sungai sekira 2,5 meter setelah menabrak pembatas jalan. Kondisi tersebut membuat warga sekitar kesulitan untuk mengevakuasi korban.
“Saya dan warga yang lain kesulitan membantu karena cukup dalam dan kondisi mobilnya sulit dijangkau. Saya hanya melihat ada korban terjepit paling bawah, sepertinya sudah meninggal,” kata Budi, di lokasi kecelakaan, Minggu 11 November 2012.
Sementara itu, menurut perawat Puskesmas Salaman I Sri Waturi, satu korban meninggal di lokasi kejadian yakni Tentrem. Sedangkan Trikanah menghembuskan napas terakhir saat dalam perjalanan menuju puskesmas.
“Meninggalnya dalam perjalanan satu kilo meter dari lokasi,” ujar Sri.
Sementara korban yang dirawat di Puskesmas Salaman I terdiri empat korban. Pawit (60), warga Dusun Tidaran, Banjaretno, Kajoran; Walkonah (55), warga Dusun Banaran, Sidosari, Salaman; Komsatun (45), Warga Desa bangsri, Kajoran; dan Ruwet (70), warga Desa Wadas, Kajoran.
“Mereka rata-rata mengalami luka ringan,” ujarnya.
Sementara satu korban masih menjalani masa kritis adalah Dariah (70), warga Wadas, Kajoran yang hingga kini dirawat di Rumah sakit Harapan Magelang. Dariah mengalami luka berat di bagian kepala.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Magelang AKP Jamal Alam mengaku sudah memeriksa sebagian saksi untuk menindaklanjuti kejadian tersebut secara intensif.
“Kami sudah mencari data dari saksi-saksi. Selain itu juga sudah melakukan penyelidikan, dan olah tempat kejadian perkara (TKP),” tandasnya.
(rsa)