Bom gubernur Sulsel jenis high explosive
Minggu, 11 November 2012 - 17:14 WIB
Bom gubernur Sulsel jenis high explosive
A
A
A
Sindonews.com - Bom rakitan yang ditujukan ke Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo memiliki daya ledak tinggi atau high explosive.
Bahkan polisi melihat, bom rakitan tersebut memiliki kesamaan dengan bom yang biasa digunakan teroris.
Kepala Bidang Humas Polda Sulselbar, AKBP Endi Sutendi mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap motif yang dilakukan oleh pelaku.
Namun berdasarkan hasil pemeriksaan sementara Tim Labfor dan Gegana Polda Sulselbar, bom rakitan yang beratnya mencapai dua ons tersebut mirip dengan bom yang digunakan oleh para teroris yang ada di Poso sulawesi tengah.
"Bom rakitan itu berisi serbuk TNT dan paku yang beratnya dua ons. Daya ledaknya cukup tinggi," katanya kepada wartawan di Mapolrestabes Makassar, Minggu (11/11/2012).
Selain membawa bom rakitan, pelaku juga membawa senjata api jenis revolver beserta enam butir peluru kaliber 38 mm. Sejauh ini polisi masih menyelidiki keterkaitan pelaku dengan jaringan teroris Poso.
Sementara itu, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolrestabes Makassar. Peristiwa pelemparan bom rakitan oleh pelaku ini terjadi saat Gubernur Sulsel berorasi di acara Jalan Santai HUT Golkar ke 48 di depan Monumen Mandala, Makassar.
Saat itu pelaku melempar bom rakitan ke arah panggung namun bom yang dilempar tersebut tidak meledak.
Bahkan polisi melihat, bom rakitan tersebut memiliki kesamaan dengan bom yang biasa digunakan teroris.
Kepala Bidang Humas Polda Sulselbar, AKBP Endi Sutendi mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap motif yang dilakukan oleh pelaku.
Namun berdasarkan hasil pemeriksaan sementara Tim Labfor dan Gegana Polda Sulselbar, bom rakitan yang beratnya mencapai dua ons tersebut mirip dengan bom yang digunakan oleh para teroris yang ada di Poso sulawesi tengah.
"Bom rakitan itu berisi serbuk TNT dan paku yang beratnya dua ons. Daya ledaknya cukup tinggi," katanya kepada wartawan di Mapolrestabes Makassar, Minggu (11/11/2012).
Selain membawa bom rakitan, pelaku juga membawa senjata api jenis revolver beserta enam butir peluru kaliber 38 mm. Sejauh ini polisi masih menyelidiki keterkaitan pelaku dengan jaringan teroris Poso.
Sementara itu, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolrestabes Makassar. Peristiwa pelemparan bom rakitan oleh pelaku ini terjadi saat Gubernur Sulsel berorasi di acara Jalan Santai HUT Golkar ke 48 di depan Monumen Mandala, Makassar.
Saat itu pelaku melempar bom rakitan ke arah panggung namun bom yang dilempar tersebut tidak meledak.
(ysw)