Ketergantungan beras harus dikurangi
Minggu, 11 November 2012 - 12:39 WIB
Ketergantungan beras harus dikurangi
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Badan Ketahanan Pangan RI Ahmad Suryana mengatakan konsumsi pangan Indonesia harus beragam. Langkah ini untuk mengurangi ketergantungan konsumsi terhadap beras.
"Terlalu banyak nasi tak bagus, secara nasional permintaan beras terlalu tinggi saat ini, apabila konsumsi beras menurun, upaya-upaya untuk menggencarkan One Day No Rice ini bagus, dan saya apresiasi Wali Kota Depok," kata Suryana saat peluncuran buku One Day No Rice oleh Nur Mahmudi Ismail di Depok, Minggu (11/11/12).
Pada saat yang sama, Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan kalau program tersebut sudah dijalankan oleh 8 ribu Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Depok setiap hari Selasa.
Nur Mahmudi mengatakan gerakan Sehari Tanpa Nasi tersebut merupakan aplikasi dari peraturan pemerintah soal diversifikasi pangan berbasis kearifan lokal.
Sehingga nasi, bisa diganti dengan karbo non padi yakni ubi, singkong, jagung, sagu, tiwul, gembili, dan bahan lainnya.
Peluncuran buku tersebut dihadiri presenter Helmy Yahya sebagai moderator, dan pembawa acara yakni komedian Jarwo Kuat.
Acara tersebut juga dihadiri oleh mantan presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid.
"Terlalu banyak nasi tak bagus, secara nasional permintaan beras terlalu tinggi saat ini, apabila konsumsi beras menurun, upaya-upaya untuk menggencarkan One Day No Rice ini bagus, dan saya apresiasi Wali Kota Depok," kata Suryana saat peluncuran buku One Day No Rice oleh Nur Mahmudi Ismail di Depok, Minggu (11/11/12).
Pada saat yang sama, Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan kalau program tersebut sudah dijalankan oleh 8 ribu Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Depok setiap hari Selasa.
Nur Mahmudi mengatakan gerakan Sehari Tanpa Nasi tersebut merupakan aplikasi dari peraturan pemerintah soal diversifikasi pangan berbasis kearifan lokal.
Sehingga nasi, bisa diganti dengan karbo non padi yakni ubi, singkong, jagung, sagu, tiwul, gembili, dan bahan lainnya.
Peluncuran buku tersebut dihadiri presenter Helmy Yahya sebagai moderator, dan pembawa acara yakni komedian Jarwo Kuat.
Acara tersebut juga dihadiri oleh mantan presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid.
(ysw)