Pilkada Jabar diprediksi golput 30 persen
Sabtu, 10 November 2012 - 08:04 WIB
Pilkada Jabar diprediksi golput 30 persen
A
A
A
Sindonews.com - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat (Jabar), diprediksi akan menyedot angka golongan putih (golput) tidak akan lebih dari 30 persen.
Menurut Pengamat Politik Fadjroel Rachman, hal itu dia prediksi dari Pilkada DKI Jakarta. Menurutnya jumlah golput Pilkada Jabar tidak akan jauh berbeda dengan Pilkada DKI Jakarta.
“Untuk fenomena golput, saya perkirakan 30 persen, itu merupakan angka yang normal dalam setiap Pilkada. Seperti di Pilkiada DKI Jakarta, sekira 30 persen golput,” kata Fadjroel saat dihubungi Sindonews, Sabtu (10/11/2012).
Fadjroel menjelaskan, tentunya masyarakat Jabar diharapkan berpartisipasi ikut menentukan pemimpinnya. Maka untuk mengantisipasi tingginya angka golput, penyelenggara Pilkada Jabar harus memilih waktu tepat agar keikutsertaan pemilih meningkat.
“Jangan sampai masyarakat lebih memilih liburan memanfaatkan libur pencoblosan dari pada mencoblos,” ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, Pilkada Jabar bukan lagi menjadi pertarungan antar partai politik tapi lebih pada figur. “Untuk Jabar sama halnya dengan Pilkada DKI Jakarta, ini merupakan pertarungan figur,” pungkasnya.
Menurut Pengamat Politik Fadjroel Rachman, hal itu dia prediksi dari Pilkada DKI Jakarta. Menurutnya jumlah golput Pilkada Jabar tidak akan jauh berbeda dengan Pilkada DKI Jakarta.
“Untuk fenomena golput, saya perkirakan 30 persen, itu merupakan angka yang normal dalam setiap Pilkada. Seperti di Pilkiada DKI Jakarta, sekira 30 persen golput,” kata Fadjroel saat dihubungi Sindonews, Sabtu (10/11/2012).
Fadjroel menjelaskan, tentunya masyarakat Jabar diharapkan berpartisipasi ikut menentukan pemimpinnya. Maka untuk mengantisipasi tingginya angka golput, penyelenggara Pilkada Jabar harus memilih waktu tepat agar keikutsertaan pemilih meningkat.
“Jangan sampai masyarakat lebih memilih liburan memanfaatkan libur pencoblosan dari pada mencoblos,” ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, Pilkada Jabar bukan lagi menjadi pertarungan antar partai politik tapi lebih pada figur. “Untuk Jabar sama halnya dengan Pilkada DKI Jakarta, ini merupakan pertarungan figur,” pungkasnya.
(maf)