Penyisiran teroris di Gunung Tamanjeka dihentikan
Jum'at, 09 November 2012 - 22:12 WIB
Penyisiran teroris di Gunung Tamanjeka dihentikan
A
A
A
Sindonews.com - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) menyatakan operasi Penyisiran di Gunung Biru Tamanjeka untuk sementara waktu dihentikan. Diyakini Gunung Biru saat ini sudah steril baik dari keberadaan kelompok Pelaku aksi teror dan kekerasan juga dari bom ranjau
Operasi tersebut melibatkan dua Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brimob dan dua SSK personel TNI. Kapolda Sulteng, Brigjen Dewa Parsana menyatakan, Jumat (9/11/2012) dalam operasi penyisiran yang digelar sejak Rabu 7 November 2012 polisi memang tidak menangkap secara langsung pelaku di lapangan.
Namun dari sejumlah operasi gabungan TNI Polri yang digelar di wilayah itu ditemukan sejumlah barang bukti seperti senjata api, amunisi bahan bahan pembuatan bom serta tempat yang diduga sebagai tempat pelatihan ala milter.
Dari penyisiran yang dilakukan dengan melibatkan dua SSK Brimob dan dua SSK personel TNI dari Batalyon 714 Sintuwu Marosso, diyakini kawasan gunung Biru telah steril baik dari ancaman anggota kelompok pelaku kekerasan maupun dari ancaman bom ranjau seperti yang pernah ditemukan sebelumnya.
Meskipun demikian kawasan Gunung Biru dan sekitarnya tetap akan dipantau dan diawasi secara ketat oleh aparat keamanan.
Dengan telah dihentikannya operasi penyisiran tersebut, maka warga masyarakat yang sebelumnya diminta turun dan menghentikan aktivitas keseharian mereka di Gunung Biru sejak Selasa 6 November 2012 telah dipersilahkan untuk kembali beraktivitas baik di kebun maupun di ladang.
Operasi tersebut melibatkan dua Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brimob dan dua SSK personel TNI. Kapolda Sulteng, Brigjen Dewa Parsana menyatakan, Jumat (9/11/2012) dalam operasi penyisiran yang digelar sejak Rabu 7 November 2012 polisi memang tidak menangkap secara langsung pelaku di lapangan.
Namun dari sejumlah operasi gabungan TNI Polri yang digelar di wilayah itu ditemukan sejumlah barang bukti seperti senjata api, amunisi bahan bahan pembuatan bom serta tempat yang diduga sebagai tempat pelatihan ala milter.
Dari penyisiran yang dilakukan dengan melibatkan dua SSK Brimob dan dua SSK personel TNI dari Batalyon 714 Sintuwu Marosso, diyakini kawasan gunung Biru telah steril baik dari ancaman anggota kelompok pelaku kekerasan maupun dari ancaman bom ranjau seperti yang pernah ditemukan sebelumnya.
Meskipun demikian kawasan Gunung Biru dan sekitarnya tetap akan dipantau dan diawasi secara ketat oleh aparat keamanan.
Dengan telah dihentikannya operasi penyisiran tersebut, maka warga masyarakat yang sebelumnya diminta turun dan menghentikan aktivitas keseharian mereka di Gunung Biru sejak Selasa 6 November 2012 telah dipersilahkan untuk kembali beraktivitas baik di kebun maupun di ladang.
(azh)