Teroris kabur, Kepala Rutan diperiksa
Jum'at, 09 November 2012 - 11:04 WIB
Teroris kabur, Kepala Rutan diperiksa
A
A
A
Sindonews.com - Kepala rumah tahanan (Rutan) Ambon Fauzan Ansori diperiksa tim khusus Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Maluku terkait kaburnya tahanan teroris dan tahanan kasus pembunuhan. Berdasarkan pemeriksaan sementara, petugas jaga tertidur sehingga tahanan kabur.
Sementara itu, pasca kaburnya tahanan, pengamanan di rutan Ambon ditingkatkan. Petugas memeriksa setiap tahanan yang masuk setelah persidangan.
Selain memeriksa kepala rutan, tim juga memeriksa komandan jaga, serta tujuh petugas saat kaburnya para tersangka.
"Kepala Rutan diperiksa karena bertanggung jawab atas kaburnya tahanan teroris dan tahanan kasus pembunuhan," jelas Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM MAluku Juliasman Purba usai sidang, Jumat (9/11/2012).
Purba juga menyatakan sudah meminta keterangan dua tahanan yang tinggal satu kamar dengan dua tahanan yang kabur tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, dua tahanan tersebut kabur karena petugas jaga yang berjumlah tujuh orang saat itu lalai dan tertidur yang menyebabkan kedua tahanan kabur.
Pihaknya hingga kini juga masih mengusut apakah ada keterlibatan orang dalam dan unsur kesengajaan.
Sementara, pasca kaburnya dua tahanan tersebut, pengamanan disekitar Rutan ditingkatkan. Para tahanan yang masuk dan keluar untuk persidangan diperiksa ketat petugas rutan. Sejumlah polisi juga disiagakan disekitar rutan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Diketahui Basri ditengarai sebagai otak kasus peledakan bom di sejumlah tempat di Kota Ambon pasca kerusuhan antar warga 11 September 2012 lalu, sedangkan Hamka adalah tahanan kasus pembunuhan.
Sementara itu, pasca kaburnya tahanan, pengamanan di rutan Ambon ditingkatkan. Petugas memeriksa setiap tahanan yang masuk setelah persidangan.
Selain memeriksa kepala rutan, tim juga memeriksa komandan jaga, serta tujuh petugas saat kaburnya para tersangka.
"Kepala Rutan diperiksa karena bertanggung jawab atas kaburnya tahanan teroris dan tahanan kasus pembunuhan," jelas Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM MAluku Juliasman Purba usai sidang, Jumat (9/11/2012).
Purba juga menyatakan sudah meminta keterangan dua tahanan yang tinggal satu kamar dengan dua tahanan yang kabur tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, dua tahanan tersebut kabur karena petugas jaga yang berjumlah tujuh orang saat itu lalai dan tertidur yang menyebabkan kedua tahanan kabur.
Pihaknya hingga kini juga masih mengusut apakah ada keterlibatan orang dalam dan unsur kesengajaan.
Sementara, pasca kaburnya dua tahanan tersebut, pengamanan disekitar Rutan ditingkatkan. Para tahanan yang masuk dan keluar untuk persidangan diperiksa ketat petugas rutan. Sejumlah polisi juga disiagakan disekitar rutan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Diketahui Basri ditengarai sebagai otak kasus peledakan bom di sejumlah tempat di Kota Ambon pasca kerusuhan antar warga 11 September 2012 lalu, sedangkan Hamka adalah tahanan kasus pembunuhan.
(rsa)