Total korban tewas banjir bandang Mamasa 17 orang
Jum'at, 09 November 2012 - 10:29 WIB
Total korban tewas banjir bandang Mamasa 17 orang
A
A
A
Sindonews.com - Korban tewas akibat banjir bandang yang terjadi di Dusun Kabaniran, Desa Batanguru, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), terus bertambah.
Kapolres Mamasa AKBP Imade Sunarta mengatakan, hasil dentifikasi sementara, korban terbaru yang ditemukan tewas tersebut diantaranya, Agustina, Mama Anti beserta anaknya (Anti), Indok Toya, Sari, Junir, dan Ingguk.
Selain tujuh orang korban tersebut, terdapat lima orang korban lainnya yang belum ditemukan. Diantaranya, Etang, Daun, Risto, Pandi dan Gusti. Sementara korban yang selamat ditemukan baru dua orang yakni, Wati dan Rambulangi.
"Saat ini, kami bersama tim SAR masih melakukan pencarian korban yang belum ditemukan dengan menyisir lokasi banjir," ujar Imade Sunarta, di lokasi, Jumat (9/11/2012) pagi.
Selain menewaskan 10 orang warga yang menjadi korban, serta lima orang lainnya dinyatakan hilang. Banjir juga menghantam tujuh rumah penduduk di Desa Batanguru hingga dibawa arus. Selain itu, Jalur Poros Tabone-Neso juga terputus akibat banjir bandang tersebut.
Sebelumnya, tiga orang warga yang ditemukan tewas adalah, Mince, 19, Rama, 30 dan Irma, 14, (sebeluimnya diberitakan Rima). Dengan bertambahnya korban tersebut, saat ini teridentifikasi jumlah korban akibat banjir bandang tersebut berjumlah 17 orang, serta tujuh rumah penduduk.
Saat ini, tim gabungan dari pihak kepolisian bersama tim SAR masih melakukan penyisiran di lokasi kejadian untuk mencari korban lain yang belum ditemukan.
Kapolres Mamasa AKBP Imade Sunarta mengatakan, hasil dentifikasi sementara, korban terbaru yang ditemukan tewas tersebut diantaranya, Agustina, Mama Anti beserta anaknya (Anti), Indok Toya, Sari, Junir, dan Ingguk.
Selain tujuh orang korban tersebut, terdapat lima orang korban lainnya yang belum ditemukan. Diantaranya, Etang, Daun, Risto, Pandi dan Gusti. Sementara korban yang selamat ditemukan baru dua orang yakni, Wati dan Rambulangi.
"Saat ini, kami bersama tim SAR masih melakukan pencarian korban yang belum ditemukan dengan menyisir lokasi banjir," ujar Imade Sunarta, di lokasi, Jumat (9/11/2012) pagi.
Selain menewaskan 10 orang warga yang menjadi korban, serta lima orang lainnya dinyatakan hilang. Banjir juga menghantam tujuh rumah penduduk di Desa Batanguru hingga dibawa arus. Selain itu, Jalur Poros Tabone-Neso juga terputus akibat banjir bandang tersebut.
Sebelumnya, tiga orang warga yang ditemukan tewas adalah, Mince, 19, Rama, 30 dan Irma, 14, (sebeluimnya diberitakan Rima). Dengan bertambahnya korban tersebut, saat ini teridentifikasi jumlah korban akibat banjir bandang tersebut berjumlah 17 orang, serta tujuh rumah penduduk.
Saat ini, tim gabungan dari pihak kepolisian bersama tim SAR masih melakukan penyisiran di lokasi kejadian untuk mencari korban lain yang belum ditemukan.
(san)