Mobil ziarah masuk sungai, 3 tewas
Jum'at, 09 November 2012 - 02:39 WIB
Mobil ziarah masuk sungai, 3 tewas
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah mobil Suzuki Carry berisi rombongan ziarah haji asal Desa Karangtalun, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri tercebur ke sungai Brantas Dusun Bedali, Desa Purwokerto, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.
Enam dari sembilan penumpang termasuk sopir berhasil selamat. Sedangkan tiga orang yang terjebak di dalam kendaraan turut tenggelam.
Bersamaan diangkatnya mobil dari permukaan air ketiga korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Tiga orang korban meninggal dunia tersebut adalah pasangan ibu dan anak Purwanti (35) dan Dimas (10) serta Miftachudin (13) yang merupakan kemenakan korban.
Ketiga jenazah langsung dilarikan ke RSU Mardi Waluyo Kota Blitar.
Menurut Iman Santoso (40) korban yang selamat, saat mobil telah menyeberang sungai Brantas pakai perahu eretan, tiba-tiba saja mesin mobil mati. Padahal saat itu jalan dalam kondisi menanjak.
“Saat itu pukul 20.00 Wib. Sebelum tercebur ke sungai, kami dibantu warga yang mengemudian perahu mencoba menahan roda mobil. Tapi karena tidak kuat mobil tetap meluncur ke belakang, “jelas Imam.
Suasana gelap ditambah arus sungai yang begitu deras membuat semua panik. Imam mengaku berhasil keluar melalui pintu kendaraan. Begitu pun dengan Sutrisno juga berhasil hengkang dari ruang kemudi.
Pada detik-detik kendaraan sebelum tenggelam, Imam berhasil mengeluarkan istri dan anaknya yang berusia delapan bulan. Melalui jendela kaca yang sudah terbuka.
Enam dari sembilan penumpang termasuk sopir berhasil selamat. Sedangkan tiga orang yang terjebak di dalam kendaraan turut tenggelam.
Bersamaan diangkatnya mobil dari permukaan air ketiga korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Tiga orang korban meninggal dunia tersebut adalah pasangan ibu dan anak Purwanti (35) dan Dimas (10) serta Miftachudin (13) yang merupakan kemenakan korban.
Ketiga jenazah langsung dilarikan ke RSU Mardi Waluyo Kota Blitar.
Menurut Iman Santoso (40) korban yang selamat, saat mobil telah menyeberang sungai Brantas pakai perahu eretan, tiba-tiba saja mesin mobil mati. Padahal saat itu jalan dalam kondisi menanjak.
“Saat itu pukul 20.00 Wib. Sebelum tercebur ke sungai, kami dibantu warga yang mengemudian perahu mencoba menahan roda mobil. Tapi karena tidak kuat mobil tetap meluncur ke belakang, “jelas Imam.
Suasana gelap ditambah arus sungai yang begitu deras membuat semua panik. Imam mengaku berhasil keluar melalui pintu kendaraan. Begitu pun dengan Sutrisno juga berhasil hengkang dari ruang kemudi.
Pada detik-detik kendaraan sebelum tenggelam, Imam berhasil mengeluarkan istri dan anaknya yang berusia delapan bulan. Melalui jendela kaca yang sudah terbuka.
(ysw)