Banjir bandang terjang Mamasa, 3 tewas
Kamis, 08 November 2012 - 22:39 WIB
Banjir bandang terjang Mamasa, 3 tewas
A
A
A
Sindonews.com – Hujan deras mengguyur sejumlah kabupaten di wilayah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), yang mengakibatkan terjadinya banjir kembali menelan korban jiwa. Kali ini peristiwa banjir bandang melanda wilayah Kabupaten Mamasa.
Peristiwa banjir bandang itu terjadi sekitar pukul 16.30 WITA, di Desa Batanguru Timur, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa. Akibatnya, lima orang warga menjadi korban akibat terseret banjir. Tiga diantaranya ditemukan dalam keadaan tewas. Ketiganya adalah Rama (30), Rima (14), dan Mince, (19).
“Sementara dua orang lainnya yakni Rabulangi (26), dan Wati (10), selamat dalam peristiwa itu,” ungkap Kapolres Mamasa, AKBP Imade Sunarta melalui Short Message Service (SMS), Kamis, (8/11/2012).
Dikatakan Imade, baik dua korban yang ditemukan dalam keadaan selamat, tiga korban yang ditemukan dalam keadaan meninggal sudah dievakuasi ke puskesmas Sumarorong, yang jaraknya sekira 25 kilometer dari lokasi kejadian.
“Kita sudah evakuasi para korban baik yang meninggal maupun yang selamat ke Puskesmas Sumarorong,” ujarnya.
Menurutnya, peristiwa itu terjadi setelah hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sumarorong, dan mengakibatkan air di Sungai Uru, meluap secara tiba-tiba dan menghantam pemukiman warga yang ada di sekitar sungai tersebut.
Ditambahkan Imade, saat ini, pihaknya masih terus melakukan pencarian dilokasi banjir. Hal itu untuk mengantisipasi masih ada korban yang belum ditemukan. Namun, sejauh ini, selain lima korban tersebut, belum ada laporan warga yang hilang.
Diberitakan sebelumnya, peristiwa yang sama juga terjadi diwilayah Kabupaten Majene, tepatnya di Desa Pesuloang, Kecamatan Pamboang. Dalam peristiwa yang terjadi pada Sabtu, 3 November tersebut, dua orang bocah yang diketahui bernama Asbudi (2), dan Wandi (4) tewas akibat terseret air bah yang meluap ke saluran drainase.
Dua pekan terakhir, banjir melanda sebagian wilayah Provinsi Sulbar. Diantaranya, Kabupaten Majene, Kabupate Mamuju (Ibukota Provinsi Sulbar), dan wilayah Kabupaten Mamasa.
Untuk mengantisipasi terjadinya banjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), menghimbau kepada seluruh warga khususnya yang tinggal sekitar sungai, memasuki musim hujan bisa waspada terjadinya banjir.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulbar di Majene, menyatakan, saat ini belum memasuki musim hujan.
Peristiwa banjir bandang itu terjadi sekitar pukul 16.30 WITA, di Desa Batanguru Timur, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa. Akibatnya, lima orang warga menjadi korban akibat terseret banjir. Tiga diantaranya ditemukan dalam keadaan tewas. Ketiganya adalah Rama (30), Rima (14), dan Mince, (19).
“Sementara dua orang lainnya yakni Rabulangi (26), dan Wati (10), selamat dalam peristiwa itu,” ungkap Kapolres Mamasa, AKBP Imade Sunarta melalui Short Message Service (SMS), Kamis, (8/11/2012).
Dikatakan Imade, baik dua korban yang ditemukan dalam keadaan selamat, tiga korban yang ditemukan dalam keadaan meninggal sudah dievakuasi ke puskesmas Sumarorong, yang jaraknya sekira 25 kilometer dari lokasi kejadian.
“Kita sudah evakuasi para korban baik yang meninggal maupun yang selamat ke Puskesmas Sumarorong,” ujarnya.
Menurutnya, peristiwa itu terjadi setelah hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sumarorong, dan mengakibatkan air di Sungai Uru, meluap secara tiba-tiba dan menghantam pemukiman warga yang ada di sekitar sungai tersebut.
Ditambahkan Imade, saat ini, pihaknya masih terus melakukan pencarian dilokasi banjir. Hal itu untuk mengantisipasi masih ada korban yang belum ditemukan. Namun, sejauh ini, selain lima korban tersebut, belum ada laporan warga yang hilang.
Diberitakan sebelumnya, peristiwa yang sama juga terjadi diwilayah Kabupaten Majene, tepatnya di Desa Pesuloang, Kecamatan Pamboang. Dalam peristiwa yang terjadi pada Sabtu, 3 November tersebut, dua orang bocah yang diketahui bernama Asbudi (2), dan Wandi (4) tewas akibat terseret air bah yang meluap ke saluran drainase.
Dua pekan terakhir, banjir melanda sebagian wilayah Provinsi Sulbar. Diantaranya, Kabupaten Majene, Kabupate Mamuju (Ibukota Provinsi Sulbar), dan wilayah Kabupaten Mamasa.
Untuk mengantisipasi terjadinya banjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), menghimbau kepada seluruh warga khususnya yang tinggal sekitar sungai, memasuki musim hujan bisa waspada terjadinya banjir.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulbar di Majene, menyatakan, saat ini belum memasuki musim hujan.
(azh)