Masalah e-KTP dibawa ke Kemendagri
Kamis, 08 November 2012 - 21:57 WIB
Masalah e-KTP dibawa ke Kemendagri
A
A
A
Sindonews.com - Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik atau sering disebut e-KTP di Empatlawang, Sumatera Selatan (Sumsel) banyak mengalami kesalahan cetak data. E-KTP yang salah cetak ini akan dibawa langsung ke kemeterian Dalam Negeri (Kemendagri).
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumsel Percha Leanpuri mengatakan permasalahan tersebut bukan hanya terjadi di Empatlawang saja, namun juga di kabupaten lainnya di Sumsel. Sedangkan di pusat atau di Kementrian Dalam Negeri dikatakan bahwa program KTP elektronik tidak memiliki masalah yang signifikan.
Namun menurutnya setelah dilakukan pemeriksaan dan peninjauan banyak ditemukan kesalahan dalam penerbian atau pencetakan e-KTP. Banyaknya temuan tersebut menurutnya akan dijadikan bahan untuk mengevaluasi program tersebut.
“Jelas ini mengejutkan kita, karena di pusat diinformasikan program ini minim sekali permasalahan, bukti nyata di lapangan banyak e-KTP yang mengalami kesalahan,” ungkap Percha menjelaskan kepada wartawan, Kamis (8/11/2012).
Dia menambahkan, tidak banyak masalah yang ingin mereka bahas dan lakukan peninjauan dalam kunker kali ini. Salah satunya KTP elektronik. Karena pihaknya banyak mendapat laporan di daerah banyak KTP elektronik yang mengalami kesalahan. Untuk membuktikan hal tersebut pihaknya terjun langsung ke lapangan untuk membuktikan dan melihat kondisi yang sebenarnya terjadi.
“Kondisi dan kenyataan memang seperti yang disampaikan kepada kita, memang banyak kesalahan dan perlu dilakukan evaluasi,” jelasnya.
Sementara camat Tebing Tinggi Alhumaidi Saman mengatakan permasalahan lain yang dialami pihak kecamatan adalah lambatnya masa pendistribusian KTP elektronik tersebut. Sementara pihaknya juga harus mengembalikan dan membuat berita acara pengembalian KTP elektronik yang salah ke pihak Disdukcapil kabupaten Empatlawang. Dengan lambatnya pendistribusian, masyarakat beranggapan pihak kecamatan lamban dalam mengurusi masalah tersebut.
“Sudah pendistribusiannya yang lambat banyak pula yang salah, sehingga masyarakat banyak yang mengeluh kepada kami,”ujarnya.
Dia menambahkan, sejauh ini setidaknya sudah 385 lembar KTP elektronik yang mengalami kesalahan cetak data yang mereka setorkan Disdukcapil. Sedangkan jumlah KTP elektronik yang mereka terima baru sekitar 8900 lembar. Namun jumlah KTP Elektronik yang mengalami kesalahan data terus mereka temukan.
Senada Camat Pasemah Air Keruh (Paiker), Sulni mengatakan dari pendataan yang mereka lakukan selain kesalahan data tangga. Bulan dan tahun kelahiran ada juga kesalahan pemasangan photo atau photo wajib KTP yang tertukar. Dengan kondisi tersebut banyak warga yang mendesak dan mempertanyakan KTP mereka yang belum diterima.
“Maksud sebagian masyarakat itu, kalau memang KTP mereka ada kesalahan agar cepat diperbaiki sehingga waktu mereka menunggu tidak terlalu lama,” ujarnya.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumsel Percha Leanpuri mengatakan permasalahan tersebut bukan hanya terjadi di Empatlawang saja, namun juga di kabupaten lainnya di Sumsel. Sedangkan di pusat atau di Kementrian Dalam Negeri dikatakan bahwa program KTP elektronik tidak memiliki masalah yang signifikan.
Namun menurutnya setelah dilakukan pemeriksaan dan peninjauan banyak ditemukan kesalahan dalam penerbian atau pencetakan e-KTP. Banyaknya temuan tersebut menurutnya akan dijadikan bahan untuk mengevaluasi program tersebut.
“Jelas ini mengejutkan kita, karena di pusat diinformasikan program ini minim sekali permasalahan, bukti nyata di lapangan banyak e-KTP yang mengalami kesalahan,” ungkap Percha menjelaskan kepada wartawan, Kamis (8/11/2012).
Dia menambahkan, tidak banyak masalah yang ingin mereka bahas dan lakukan peninjauan dalam kunker kali ini. Salah satunya KTP elektronik. Karena pihaknya banyak mendapat laporan di daerah banyak KTP elektronik yang mengalami kesalahan. Untuk membuktikan hal tersebut pihaknya terjun langsung ke lapangan untuk membuktikan dan melihat kondisi yang sebenarnya terjadi.
“Kondisi dan kenyataan memang seperti yang disampaikan kepada kita, memang banyak kesalahan dan perlu dilakukan evaluasi,” jelasnya.
Sementara camat Tebing Tinggi Alhumaidi Saman mengatakan permasalahan lain yang dialami pihak kecamatan adalah lambatnya masa pendistribusian KTP elektronik tersebut. Sementara pihaknya juga harus mengembalikan dan membuat berita acara pengembalian KTP elektronik yang salah ke pihak Disdukcapil kabupaten Empatlawang. Dengan lambatnya pendistribusian, masyarakat beranggapan pihak kecamatan lamban dalam mengurusi masalah tersebut.
“Sudah pendistribusiannya yang lambat banyak pula yang salah, sehingga masyarakat banyak yang mengeluh kepada kami,”ujarnya.
Dia menambahkan, sejauh ini setidaknya sudah 385 lembar KTP elektronik yang mengalami kesalahan cetak data yang mereka setorkan Disdukcapil. Sedangkan jumlah KTP elektronik yang mereka terima baru sekitar 8900 lembar. Namun jumlah KTP Elektronik yang mengalami kesalahan data terus mereka temukan.
Senada Camat Pasemah Air Keruh (Paiker), Sulni mengatakan dari pendataan yang mereka lakukan selain kesalahan data tangga. Bulan dan tahun kelahiran ada juga kesalahan pemasangan photo atau photo wajib KTP yang tertukar. Dengan kondisi tersebut banyak warga yang mendesak dan mempertanyakan KTP mereka yang belum diterima.
“Maksud sebagian masyarakat itu, kalau memang KTP mereka ada kesalahan agar cepat diperbaiki sehingga waktu mereka menunggu tidak terlalu lama,” ujarnya.
(azh)