Kondisi hutan mangrove mengkhawatirkan

Kamis, 08 November 2012 - 21:48 WIB
Kondisi hutan mangrove...
Kondisi hutan mangrove mengkhawatirkan
A A A
Sindonews.com - Kondisi hutan mangrove di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sudah sangat mengkhawatirkan. Kerusakan mangrove lebih disebabkan oleh ketidaktahuan masyarakat terhadap pentingnya tanaman penahan abrasi, pertambangan, perkebunan, serta hutan industri.

Kabid Inben Dinas Kehutanan Musi Banyuasin, Bistok Marpaung mengatakan kawasan mangrove di Muba seluas 24.690,11 hektare. Dari jumlah tersebut, seluas 856,21 hektare kondisinya masih bisa dipertahankan namun seluas 23.833,91 hektare kondisinya sudah memprihatinkan sehingga perlu segera direhabilitasi.

“Perlu sekali membangun kesadaran untuk melesatarikan kawasan mangrove khususnya di Muba agar dapat dilestarikan,” ungkap Bistok dalam sosialisasi pengelolaan ekosistem mangrove di Muba, Kamis (8/11/2012).

Menurut Bistok, mangroove merupakan suatu formasi hutan yang tumbuh di pasang surut yang memiliki banyak manfaat. Salah satu fungsinya adalah untuk menahan abrasi darat akibat hempasan pasang air laut.

Sementara itu, Perwakilan dari Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Prov Sumsel, Ariman Ahman mengatakan, manfaat mangrove tak hanya untuk menahan abrasi,namun juga menjadi tempat pemijahan biota laut. Selain itu mangrove memiliki manfaat lain yaitu menyerap dan mengatasi limbah, serta mampu dimanfaatkan sebagai bahan pembuat tepung dan kue.

Dia menuturkan, Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Sumsel telah terbentuk dan disahkan, diketuai oleh Sekda Propinsi. Pembentukan KKMD tersebut diharapkan mampu menjalankan fungsi koordinasi dan optimalisasi hutan magrove bagi kesejahteraan masyarakat.

Selain menggelar sosialisasi di Musi Banyuasin, kegiatan tersebut juga dilaksanakan di Ogan Komering Ilir dan Banyuasin. Sebab kawasan mangrove di Sumsel terdapat di tiga kabupaten ini.

Menyikapi kondisi hutan mangrove,Pemerhati Lingkungan dari LSM Bakau, Faisal mengatakan kerusakan mangrove dirasakan sudah cukup mengkhawatirkan namun upaya penanggulangan belum sebanding. Termasuk untuk mengatasi kerusakan yang semakin parah.

“Dari kita bekerjasama dengan wahana bumi hijau (WBH) membuat rencana restorasi atau pengembalian kembali kondisi hutan dan ekosistem seperti semula,” ungkapnya.
(azh)
Berita Terkait
Upaya Mendukung Pemerintah...
Upaya Mendukung Pemerintah dalam Mencapai Net Zero Carbon
Jaga Kondisi Lingkungan,...
Jaga Kondisi Lingkungan, Jadi Awal Lahirnya Token Anagata Karya Anak Bangsa
Hutan Kota Pakansari...
Hutan Kota Pakansari Berikan Berbagai Manfaat buat Masyarakat
Kurangi Dampak Negatif,...
Kurangi Dampak Negatif, Perlunya Produk Ramah Lingkungan
Sinergi Winmar Holding...
Sinergi Winmar Holding dan Beca Sci Tech Ciptakan Energi Ramah Lingkungan
Legislator Jabar: Konservasi...
Legislator Jabar: Konservasi Alam Mutlak Harus Dilakukan
Berita Terkini
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
1 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
2 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
3 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
3 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
5 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
5 jam yang lalu
Infografis
Fakta Baru Keangkeran...
Fakta Baru Keangkeran Hutan di Indonesia Terungkap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved