Jokowi: Yang nakal' di SDN 03, copot!
Kamis, 08 November 2012 - 20:02 WIB
Jokowi: Yang nakal' di SDN 03, copot!
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tak main-main dalam mengambil keputusan terkait ambruknya SDN 03 Rawamangun, Jakarta Timur.
Menurutnya, jika nanti ada temuan yang menjelaskan ambruknya atap sekolah tersebut karena adanya 'permainan' dalam proyek tersebut, Jokowi langsung mencopot orang-orang yang terlibat di dalamnya dari jabatannya.
"Kalau nanti terbukti, ya Dicopot, dicopot, dicopot. Diganti!" tegas Jokowi di Kantor Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (8/11/2012) sore.
Meski begitu, mantan Wali Kota Solo tersebut tak ingin terburu-buru memutuskan, karena yang saat ini menjadi fokus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah agar secepatnya sekolah tersebut rampung dan dapat digunakan kembali.
"Pokoknya selesaikan dahulu, rampungkan nanti akan saya cek, pastikan bangunan rampung dengan kualitas baik, karena akan saya cek," tukasnya.
Menurut Jokowi, jika dirinya mengambil putusan saat ini juga, maka yang dikhawatirkan pergantian kepengurusan pembangunan justru dapat merusak komposisi yang telah ada.
Yang pasti, siapapun yang terbukti terlibat dalam 'permainan' anggaran dalam sekolah tersebut akan segera dicopot.
"Kalau saya kasih sanksi sekarang, nanti tidak rampung terus masalah lagi nantinya. Yang pasti saya mau mengecek dulu. Pejabat siapa saja yang terlibat juga saya belum ngerti, tanggung jawab pertamanya juga belum tahu siapa, katanya Kasubdit Jakarta Timur, kepala sekolah. Saya belum mengerti, yang jelas itu bahayakan murid, dan saya mau mengecek dahulu," tutupnya.
Seperti diketahui, atap bangunan SD 03 Rawangmangun di Jalan Haji Ten, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, yang tengah dalam proses rehabilitasi, Rabu 7 November 2012 malam hari mendadak ambruk.
Kasudin Dikdas Jakarta Timur Nasrudin menduga ambruknya atap bangunan ini karena adanya ring balok yang rapuh dan merupakan material lama atau bekas yang belum diganti.
Menurutnya, jika nanti ada temuan yang menjelaskan ambruknya atap sekolah tersebut karena adanya 'permainan' dalam proyek tersebut, Jokowi langsung mencopot orang-orang yang terlibat di dalamnya dari jabatannya.
"Kalau nanti terbukti, ya Dicopot, dicopot, dicopot. Diganti!" tegas Jokowi di Kantor Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (8/11/2012) sore.
Meski begitu, mantan Wali Kota Solo tersebut tak ingin terburu-buru memutuskan, karena yang saat ini menjadi fokus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah agar secepatnya sekolah tersebut rampung dan dapat digunakan kembali.
"Pokoknya selesaikan dahulu, rampungkan nanti akan saya cek, pastikan bangunan rampung dengan kualitas baik, karena akan saya cek," tukasnya.
Menurut Jokowi, jika dirinya mengambil putusan saat ini juga, maka yang dikhawatirkan pergantian kepengurusan pembangunan justru dapat merusak komposisi yang telah ada.
Yang pasti, siapapun yang terbukti terlibat dalam 'permainan' anggaran dalam sekolah tersebut akan segera dicopot.
"Kalau saya kasih sanksi sekarang, nanti tidak rampung terus masalah lagi nantinya. Yang pasti saya mau mengecek dulu. Pejabat siapa saja yang terlibat juga saya belum ngerti, tanggung jawab pertamanya juga belum tahu siapa, katanya Kasubdit Jakarta Timur, kepala sekolah. Saya belum mengerti, yang jelas itu bahayakan murid, dan saya mau mengecek dahulu," tutupnya.
Seperti diketahui, atap bangunan SD 03 Rawangmangun di Jalan Haji Ten, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, yang tengah dalam proses rehabilitasi, Rabu 7 November 2012 malam hari mendadak ambruk.
Kasudin Dikdas Jakarta Timur Nasrudin menduga ambruknya atap bangunan ini karena adanya ring balok yang rapuh dan merupakan material lama atau bekas yang belum diganti.
(lns)