Atap gedung SDN 03 Rawamangun ambruk
Kamis, 08 November 2012 - 11:29 WIB
Atap gedung SDN 03 Rawamangun ambruk
A
A
A
Sindonews.com - Atap bangunan Sekolah Dasar (SD) 03 Rawamangun, di Jalan Haji Ten, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, yang tengah dalam proses rehabilitasi, tadi malam, mendadak ambruk.
"Banyak yang mengira angin putih beliung, karena suaranya kencang sekali. Begitu dicek di luar, ternyata atap bangunan sekolah yang ambruk. Beruntung kejadiannya malam hari, kalau siang hari, kemungkinan bisa menimpa orang yang sedang bekerja,” ujar Lukman Bakharudin (49), warga sekitar di Rawamangun, Kamis (8/11/2012).
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 03 Rawamangun Nany Iriantini menjelaskan, jika selama masa rehab, seluruh siswa memang sudah diungsikan ke SMPN 74 Rawamangun, sejak tanggal 1 Oktober 2012.
"Rencananya hingga tanggal 17 Desember, untuk sementara total siswa yang dipindahkan sebanyak 384 orang," paparnya.
Terkait hal tersebut, Kasudin Dikdas Jakarta Timur Nasrudin mengatakan, dugaan sementara, ambruknya atap bangunan ini karena adanya ring balok yang rapuh dan merupakan material lama atau bekas yang belum diganti.
“Secepatnya akan kita panggil pemborongnya, mereka harus bertanggungjawab. Kami juga minta pada sarana dan prasarana untuk mengecek data pemborongnya," tegasnya.
Dirinya memastikan, jika terbukti ada kelalaian dalam peristiwa ini, pihaknya tidak segan untuk melakukan tindakan tegas kepada pihak pemborong yang menangani rehab gedus tersebut.
"Pemborong bisa saja dikenai sanksi blacklist dan tidak menutup kemungkinan tidak akan bisa bermitra lagi dengan Sudin Dikdas Jakarta Timur," lanjut Nasrudin.
Untuk diketahui, anggaran rehab gedung sekolah ini menelan biaya Rp1,2 miliar. Biaya tersebut diperoleh dari APBD DKI TA 2012.
"Banyak yang mengira angin putih beliung, karena suaranya kencang sekali. Begitu dicek di luar, ternyata atap bangunan sekolah yang ambruk. Beruntung kejadiannya malam hari, kalau siang hari, kemungkinan bisa menimpa orang yang sedang bekerja,” ujar Lukman Bakharudin (49), warga sekitar di Rawamangun, Kamis (8/11/2012).
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 03 Rawamangun Nany Iriantini menjelaskan, jika selama masa rehab, seluruh siswa memang sudah diungsikan ke SMPN 74 Rawamangun, sejak tanggal 1 Oktober 2012.
"Rencananya hingga tanggal 17 Desember, untuk sementara total siswa yang dipindahkan sebanyak 384 orang," paparnya.
Terkait hal tersebut, Kasudin Dikdas Jakarta Timur Nasrudin mengatakan, dugaan sementara, ambruknya atap bangunan ini karena adanya ring balok yang rapuh dan merupakan material lama atau bekas yang belum diganti.
“Secepatnya akan kita panggil pemborongnya, mereka harus bertanggungjawab. Kami juga minta pada sarana dan prasarana untuk mengecek data pemborongnya," tegasnya.
Dirinya memastikan, jika terbukti ada kelalaian dalam peristiwa ini, pihaknya tidak segan untuk melakukan tindakan tegas kepada pihak pemborong yang menangani rehab gedus tersebut.
"Pemborong bisa saja dikenai sanksi blacklist dan tidak menutup kemungkinan tidak akan bisa bermitra lagi dengan Sudin Dikdas Jakarta Timur," lanjut Nasrudin.
Untuk diketahui, anggaran rehab gedung sekolah ini menelan biaya Rp1,2 miliar. Biaya tersebut diperoleh dari APBD DKI TA 2012.
(san)