Ruang tunggu Soetta makin tak memadai
Kamis, 08 November 2012 - 08:55 WIB
Ruang tunggu Soetta makin tak memadai
A
A
A
Sindonews.com - Ruang tunggu (boarding lounge) di terminal 1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) semakin terlihat sesak. Belum lagi kalau delay terjadi, penumpang semakin tak memiliki tempat untuk istirahat yang memadai.
Menurut pantauan, di terminal 1 B bandara tersebut pada Rabu 7 November 2012, sudah seperti terminal bus.
Sepanjang jalan menuju ruang boarding itu dipadati dengan penumpang yang menunggu untuk diberangkatkan. Ada yang tiduran, ada yang merokok dan bahkan hanya ada yang sekedar duduk.
Pasalnya tempat duduk di ruang boarding lounge itu sudah penuh diisi oleh penumpang lainnya. Pemandangan tersebut jelas tidak mengenakan. Mau tidak mau penumpang yang telah menunggu lama, kelelahan dan tidak memikirkan lagi apakah pantas mereka beristirahat di lantai.
"Capek mas, sudah menunggu sejak pukul 10.00-14.00 WIB, belum juga diberangkatkan. Katanya ada pesawatnya belum dapat tempat untuk mendarat di sini," kata Farah, salah seorang penumpang Sriwijaya Air yang akan berangkat ke Malang, Jawa Timur.
Farah yang berangkat bersama keluarganya terpaksa duduk di lorong yang ada depan boarding lounge.
"Di dalam sudah tak dapat tempat duduk, mau duduk di mana lagi saya, apalagi bawa anak begini," ucapnya.
Saat hal ini dikonfirmasi kepada Coorporate Secretary PT Angkasa Pura II Trisno Heriyadi selaku pengelola Bandara mengatakan, pihaknya memang sedang menambah kapasitas tempat parkir pesawat.
Namun, dirinya membantah kalau secara keseluruhan penyebab delay karena ketiadaan tempat parkir pesawat.
“Ada banyak faktor penyebab delay. Misal karena cuaca, faktor pesawat, dan jadwal yang memang padat. Hanya saja yang sering dikemukakan Airlines kepada penumpangnya, yang yang mudah saja, menyalahkan kami,” terangnya.
Trisno menganjurkan kepada penumpang, sebaiknya penumpang tidak lagi percaya pada maskapai yang sering delay.
“Karena setahu kami, yang on time itu banyak sekali, penumpang jangan lagi percaya dengan maskapai yang sering delay,” tegasnya.
Trisno mengakui, boarding lounge menjadi sesak, saat ini telah terjadi tren pengguna transportasi darat beralih ke udara. Sedangkan perilakunya tetap terbawa saat menggunakan transportasi udara.
“Harus kita akui itu, dan kini trennya juga kalau delay yang dirusak fasilitas bandara, padahal masyarakat seharusnya mengadukan hal itu kepada airlines itu sendiri,” ungkapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, PT Angkasa Pura II saat ini sedang mengembangkan tempat parkir pesawat (apron) untuk Terminal 3.
"Rencananya, dari hanya cukup sembilan tempat parkir pesawat menjadi 19. Proyek tersebut sejalan dengan pengembangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta yakni akan berakhir bersamaan dengan grand design Bandara pada 2014 nanti," tandasnya.
Menurut pantauan, di terminal 1 B bandara tersebut pada Rabu 7 November 2012, sudah seperti terminal bus.
Sepanjang jalan menuju ruang boarding itu dipadati dengan penumpang yang menunggu untuk diberangkatkan. Ada yang tiduran, ada yang merokok dan bahkan hanya ada yang sekedar duduk.
Pasalnya tempat duduk di ruang boarding lounge itu sudah penuh diisi oleh penumpang lainnya. Pemandangan tersebut jelas tidak mengenakan. Mau tidak mau penumpang yang telah menunggu lama, kelelahan dan tidak memikirkan lagi apakah pantas mereka beristirahat di lantai.
"Capek mas, sudah menunggu sejak pukul 10.00-14.00 WIB, belum juga diberangkatkan. Katanya ada pesawatnya belum dapat tempat untuk mendarat di sini," kata Farah, salah seorang penumpang Sriwijaya Air yang akan berangkat ke Malang, Jawa Timur.
Farah yang berangkat bersama keluarganya terpaksa duduk di lorong yang ada depan boarding lounge.
"Di dalam sudah tak dapat tempat duduk, mau duduk di mana lagi saya, apalagi bawa anak begini," ucapnya.
Saat hal ini dikonfirmasi kepada Coorporate Secretary PT Angkasa Pura II Trisno Heriyadi selaku pengelola Bandara mengatakan, pihaknya memang sedang menambah kapasitas tempat parkir pesawat.
Namun, dirinya membantah kalau secara keseluruhan penyebab delay karena ketiadaan tempat parkir pesawat.
“Ada banyak faktor penyebab delay. Misal karena cuaca, faktor pesawat, dan jadwal yang memang padat. Hanya saja yang sering dikemukakan Airlines kepada penumpangnya, yang yang mudah saja, menyalahkan kami,” terangnya.
Trisno menganjurkan kepada penumpang, sebaiknya penumpang tidak lagi percaya pada maskapai yang sering delay.
“Karena setahu kami, yang on time itu banyak sekali, penumpang jangan lagi percaya dengan maskapai yang sering delay,” tegasnya.
Trisno mengakui, boarding lounge menjadi sesak, saat ini telah terjadi tren pengguna transportasi darat beralih ke udara. Sedangkan perilakunya tetap terbawa saat menggunakan transportasi udara.
“Harus kita akui itu, dan kini trennya juga kalau delay yang dirusak fasilitas bandara, padahal masyarakat seharusnya mengadukan hal itu kepada airlines itu sendiri,” ungkapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, PT Angkasa Pura II saat ini sedang mengembangkan tempat parkir pesawat (apron) untuk Terminal 3.
"Rencananya, dari hanya cukup sembilan tempat parkir pesawat menjadi 19. Proyek tersebut sejalan dengan pengembangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta yakni akan berakhir bersamaan dengan grand design Bandara pada 2014 nanti," tandasnya.
(maf)