Bojonegoro siapkan dana bencana Rp1,2 miliar
Rabu, 07 November 2012 - 17:37 WIB
Bojonegoro siapkan dana bencana Rp1,2 miliar
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menyediakan dana tidak terduga untuk penanggulangan bencana dalam perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bojonegoro 2012 sebesar Rp1,2 miliar. Dana itu dipakai untuk pemberian santunan korban bencana dan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Bojonegoro, Kasiyanto mengatakan, dana penanggulangan bencana itu telah dipakai untuk santunan korban bencana puting beliung yang melanda wilayah Bojonegoro dalam dua pekan terakhir.
“Dana bencana itu dipakai untuk santunan dan perbaikan jalan, jembatan, atau fasilitas umum lain yang rusak akibat bencana,” ungkap Kasiyanto menjelaskan kepada wartawan, Bojonegoro, Rabu (7/11/2012).
Menurutnya, bencana puting beliung melanda wilayah selatan, timur, dan barat Bojonegoro sejak datangnya musim hujan. Terakhir, tercatat ada 23 rumah warga yang roboh diterjang puting beliung tersebut.
Sedangkan, ratusan rumah warga lainnya mengalami rusak sedang hingga berat akibat diterjang angin kencang yang disertai hujan deras.
Dia menuturkan, pemberian santunan untuk korban bencana telah diatur dalam Peraturan Bupati Bojonegoro Nomor 37 Tahun 2012. Bagi korban bencana yang rumahnya roboh mendapatkan bantuan sebesar Rp5 juta. Sedangkan, korban bencana yang rumahnya rusak akan mendapatkan bantuan sebesar Rp750.000, rumah rusak berat dapat bantuan sebesar Rp2,5 juta, dan rumah rusak ringan dapat bantuan Rp500.000.
“Kalau rumah rusak di bawah rusak ringan diberi bantuan senilai kerugian yang dialami korban bencana tersebut,” ujarnya.
Lanjutnya, awal musim hujan di wilayah Bojonegoro rawan terjadi puting beliung, terutama di daerah selatan, barat, dan timur Bojonegoro. Dirinya mengimbau, warga jangan berada di dekat pintu saat terjadi hujan deras diiringi angin kencang.
“Sehingga saat terjadi angin kencang dan rumahnya ambruk, korban bisa cepat menghindar menyelamatkan diri,” ujarnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Bojonegoro, Andi Tjandra mengatakan kondisi jalan di Kecamatan Sekar dan Gondang rawan longsor saat terjadi musim hujan. Kondisi jalan itu berada di daerah tebing perbukitan.
“Dinas Pekerjaan Umum sudah menyiapkan peralatan dan tenaga tanggap darurat untuk mengatasi bila terjadi longsor di daerah itu,” ujarnya.
Sedangkan, kondisi jembatan yang rawan ambruk yakni berada di Kecamatan Ngambon, Purwosari, dan Tambakrejo. Jembatan itu akan diperbaiki pada tahun 2013.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Bojonegoro, Kasiyanto mengatakan, dana penanggulangan bencana itu telah dipakai untuk santunan korban bencana puting beliung yang melanda wilayah Bojonegoro dalam dua pekan terakhir.
“Dana bencana itu dipakai untuk santunan dan perbaikan jalan, jembatan, atau fasilitas umum lain yang rusak akibat bencana,” ungkap Kasiyanto menjelaskan kepada wartawan, Bojonegoro, Rabu (7/11/2012).
Menurutnya, bencana puting beliung melanda wilayah selatan, timur, dan barat Bojonegoro sejak datangnya musim hujan. Terakhir, tercatat ada 23 rumah warga yang roboh diterjang puting beliung tersebut.
Sedangkan, ratusan rumah warga lainnya mengalami rusak sedang hingga berat akibat diterjang angin kencang yang disertai hujan deras.
Dia menuturkan, pemberian santunan untuk korban bencana telah diatur dalam Peraturan Bupati Bojonegoro Nomor 37 Tahun 2012. Bagi korban bencana yang rumahnya roboh mendapatkan bantuan sebesar Rp5 juta. Sedangkan, korban bencana yang rumahnya rusak akan mendapatkan bantuan sebesar Rp750.000, rumah rusak berat dapat bantuan sebesar Rp2,5 juta, dan rumah rusak ringan dapat bantuan Rp500.000.
“Kalau rumah rusak di bawah rusak ringan diberi bantuan senilai kerugian yang dialami korban bencana tersebut,” ujarnya.
Lanjutnya, awal musim hujan di wilayah Bojonegoro rawan terjadi puting beliung, terutama di daerah selatan, barat, dan timur Bojonegoro. Dirinya mengimbau, warga jangan berada di dekat pintu saat terjadi hujan deras diiringi angin kencang.
“Sehingga saat terjadi angin kencang dan rumahnya ambruk, korban bisa cepat menghindar menyelamatkan diri,” ujarnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Bojonegoro, Andi Tjandra mengatakan kondisi jalan di Kecamatan Sekar dan Gondang rawan longsor saat terjadi musim hujan. Kondisi jalan itu berada di daerah tebing perbukitan.
“Dinas Pekerjaan Umum sudah menyiapkan peralatan dan tenaga tanggap darurat untuk mengatasi bila terjadi longsor di daerah itu,” ujarnya.
Sedangkan, kondisi jembatan yang rawan ambruk yakni berada di Kecamatan Ngambon, Purwosari, dan Tambakrejo. Jembatan itu akan diperbaiki pada tahun 2013.
(azh)