Kepsek diperas ditantang Kadisdikpora
Rabu, 07 November 2012 - 14:29 WIB
Kepsek diperas ditantang Kadisdikpora
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Bulukumba, Andi Akbar Amier, menantang mantan kepala SMA Sanur Balibo, Kecamatan Kindang, Muhammad Sabir, untuk melaporkan dugaan pemerasan yang menimpa dirinya.
Menurut Andi Akbar, pihaknya mempersilakan menempuh jalur hukum supaya masalah tersebut jelas. Klaim Sabir telah peras oleh oknum pengelola dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Disdikpora harus mampu dibuktikan melalui jalur hukum.
“Silakan menempuh jalur hukum, saya siap menghadapi, tidak perlu banyak berkomentar di media,” ucap Andi Akbar, sesuai menghadiri rapat paripurna DPRD Bulukumba atas pandangan fraksi tentang perubahan anggaran 2012, Rabu (7/11/2012).
Andi Akbar menambahkan, seharusnya Sabir tidak perlu banyak melempar wacana soal kasus tersebut. Sebab, dugaan pemerasaan ini sudah masuk dalam berita acara pemeriksaan (BAP) sehingga untuk membuktikan, sebaiknya menunggu hasil penyelidikan Polres Bulukumba.
Selain itu, dia mengaku, pihaknya sama sekali tidak pernah meminta uang kepada mantan kepala SMA Sanur Balibo itu untuk pencairan dana BOS.
“Itu tidak mungkin kami dilakukan, apalagi dia sedang bermasalah. Pencairan dana BOS memang ada mekanisme, dan itu tidak bisa direkayasa,” dalihnya.
Terpisah, mantan Kepala SMA Sanur Balibo Muhammas Sabir mengaku, setiap kali mencairkan dana BOS selalu diperas. “Hampir semua pengawas dan pengelola BOS sudah pernah dapat,” ungkap Sabir, di ruang tahanan Polres Bulukumba, Rabu (7/11/2012).
Sabir menambahkan, secara tertutup Kadisdikpora Bulukumba juga pernah meminta dana senilai Rp30 juta. Hanya saja, permintaan tersebut ditolak dan akhirnya sumber anggaran ke sekolah ini ditutup.
Menurut Andi Akbar, pihaknya mempersilakan menempuh jalur hukum supaya masalah tersebut jelas. Klaim Sabir telah peras oleh oknum pengelola dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Disdikpora harus mampu dibuktikan melalui jalur hukum.
“Silakan menempuh jalur hukum, saya siap menghadapi, tidak perlu banyak berkomentar di media,” ucap Andi Akbar, sesuai menghadiri rapat paripurna DPRD Bulukumba atas pandangan fraksi tentang perubahan anggaran 2012, Rabu (7/11/2012).
Andi Akbar menambahkan, seharusnya Sabir tidak perlu banyak melempar wacana soal kasus tersebut. Sebab, dugaan pemerasaan ini sudah masuk dalam berita acara pemeriksaan (BAP) sehingga untuk membuktikan, sebaiknya menunggu hasil penyelidikan Polres Bulukumba.
Selain itu, dia mengaku, pihaknya sama sekali tidak pernah meminta uang kepada mantan kepala SMA Sanur Balibo itu untuk pencairan dana BOS.
“Itu tidak mungkin kami dilakukan, apalagi dia sedang bermasalah. Pencairan dana BOS memang ada mekanisme, dan itu tidak bisa direkayasa,” dalihnya.
Terpisah, mantan Kepala SMA Sanur Balibo Muhammas Sabir mengaku, setiap kali mencairkan dana BOS selalu diperas. “Hampir semua pengawas dan pengelola BOS sudah pernah dapat,” ungkap Sabir, di ruang tahanan Polres Bulukumba, Rabu (7/11/2012).
Sabir menambahkan, secara tertutup Kadisdikpora Bulukumba juga pernah meminta dana senilai Rp30 juta. Hanya saja, permintaan tersebut ditolak dan akhirnya sumber anggaran ke sekolah ini ditutup.
(ysw)