Ada kejanggalan, DPRD tangguhkan pembayaran
Selasa, 06 November 2012 - 14:06 WIB
Ada kejanggalan, DPRD tangguhkan pembayaran
A
A
A
Sindonews.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba menangguhkan pembayaran sisa anggaran proyek tanggul Bialo senilai Rp1,1 miliar dan Jalan Tako Laja’e senilai Rp1,4 miliar lebih dalam APBD Bulukumba 2012 ini.
DPRD menilai pembangunan dua proyek tersebut dinilai dalam masalah. Karena sampai sekarang belum rampung.
Sementara pengerjaan berlangsung lama yakni sejak 2008 lalu, sedang poros Teko Laja’e yang dikerjakan 2011 masih terbengkalai. Akibatnya, sisa dana sebesar Rp2,4 miliar harus ditahan.
Sekretaris Komisi B DPRD Bulukumba Zulkifli Saiyye mengungkapkan, pihaknya akan menolak dalam usulan APBD dicairkan sebelum ada kajian dari panitia khusus (Pansus) DPRD. Karena terjadi kejangalan dalam pembangunan proyek yang menelan anggaran sebesar Rp5 miliar. Sebab, uang cair sementara pengerjaan baru beberapa persen.
“Rekanan sudah meminta dibayarkan sisa anggaran proyek Bialo melalui eksekutif. Tapi, apapun alasannya, kami tidak akan menganggarkan dalam APBD-Perubahan. Saya mau mengkaji dulu apa penyebabnya sehingga pembangunan ini terbengkalai,” ungkap Zulkifli Saiyye kepada SINDO, Selasa (6/11/2012).
Dia menambahkan, eksekutif seharusnya tidak boleh memasukkan pembayaran sisa proyek dalam APBD-Perubahan. Alasanya, dalam perubahan tidak ada pencairan untuk pembangunan fisik, melainkan semua non fisik saja.
“Kalau mau masukkan dalam APBD pokok, jangan di perubahan. Saya juga kurang tahu juga kenapa eksekutif selalu mengusulkan proyek ini,” terangnya.
Padahal, pembangunan tanggul Bialo ini sudah lama. Lucunya, jika minta bukti administrasi ke SPKD soal proyek ini selalu dijawab buktinya hilang. "Ini kan tidak masuk akal,” tegasnya.
DPRD menilai pembangunan dua proyek tersebut dinilai dalam masalah. Karena sampai sekarang belum rampung.
Sementara pengerjaan berlangsung lama yakni sejak 2008 lalu, sedang poros Teko Laja’e yang dikerjakan 2011 masih terbengkalai. Akibatnya, sisa dana sebesar Rp2,4 miliar harus ditahan.
Sekretaris Komisi B DPRD Bulukumba Zulkifli Saiyye mengungkapkan, pihaknya akan menolak dalam usulan APBD dicairkan sebelum ada kajian dari panitia khusus (Pansus) DPRD. Karena terjadi kejangalan dalam pembangunan proyek yang menelan anggaran sebesar Rp5 miliar. Sebab, uang cair sementara pengerjaan baru beberapa persen.
“Rekanan sudah meminta dibayarkan sisa anggaran proyek Bialo melalui eksekutif. Tapi, apapun alasannya, kami tidak akan menganggarkan dalam APBD-Perubahan. Saya mau mengkaji dulu apa penyebabnya sehingga pembangunan ini terbengkalai,” ungkap Zulkifli Saiyye kepada SINDO, Selasa (6/11/2012).
Dia menambahkan, eksekutif seharusnya tidak boleh memasukkan pembayaran sisa proyek dalam APBD-Perubahan. Alasanya, dalam perubahan tidak ada pencairan untuk pembangunan fisik, melainkan semua non fisik saja.
“Kalau mau masukkan dalam APBD pokok, jangan di perubahan. Saya juga kurang tahu juga kenapa eksekutif selalu mengusulkan proyek ini,” terangnya.
Padahal, pembangunan tanggul Bialo ini sudah lama. Lucunya, jika minta bukti administrasi ke SPKD soal proyek ini selalu dijawab buktinya hilang. "Ini kan tidak masuk akal,” tegasnya.
(ysw)