Korban Lapindo demo pungli uang bansos
Selasa, 06 November 2012 - 09:36 WIB
Korban Lapindo demo pungli uang bansos
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 100 perwakilan warga korban lumpur Lapindo diluar peta terdampak asal Desa Ketapang, Tanggulangin, Sidoarjo mendadak demo mendatangi balai desa setempat.
Mereka mendesak kepala desa untuk segera turun ke lapangan menghentikan dan membubarkan aksi pungutan liar (pungli) yang dilakukan sejumlah oknum Ketua RT pasca mulai dibayarkannya uang bantuan sosial bagi korban lumpur oleh Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS).
"Kami meminta agar kepala desa setempat segera mengambil tindakan terhadap oknum Ketua RT yang melakukan pungutan liar dengan cara memaksa warga korban lumpur untuk membayar Rp25 ribu perjiwa," jelas seorang warga korban Basori, di Balai Desa setempat, Senin 5 November 2012 malam.
Menurut Basori hal itu layak diprotes karena warga menilai pungli yang dilakukan oknum Ketua RT itu telah melanggar hukum.
Berdasarkan pantauan di lapangan, dalam aksi tersebut nyaris terjadi baku hantam antara warga dengan dengan oknum Ketua RT yang dituduh melakukan pungli. Sejumlah aparat kepolisian yang tiba di lokasi aksi langsung berusaha melerai dan mendinginkan suasana yang sempat memanas itu.
Aksi demo perwakilan warga korban ini akhirnya bubar setelah kepala desa dan perangkat desa setempat menjanjikan akan melakukan pertemuan lanjutan dengan perwakilan warga.
Mereka mendesak kepala desa untuk segera turun ke lapangan menghentikan dan membubarkan aksi pungutan liar (pungli) yang dilakukan sejumlah oknum Ketua RT pasca mulai dibayarkannya uang bantuan sosial bagi korban lumpur oleh Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS).
"Kami meminta agar kepala desa setempat segera mengambil tindakan terhadap oknum Ketua RT yang melakukan pungutan liar dengan cara memaksa warga korban lumpur untuk membayar Rp25 ribu perjiwa," jelas seorang warga korban Basori, di Balai Desa setempat, Senin 5 November 2012 malam.
Menurut Basori hal itu layak diprotes karena warga menilai pungli yang dilakukan oknum Ketua RT itu telah melanggar hukum.
Berdasarkan pantauan di lapangan, dalam aksi tersebut nyaris terjadi baku hantam antara warga dengan dengan oknum Ketua RT yang dituduh melakukan pungli. Sejumlah aparat kepolisian yang tiba di lokasi aksi langsung berusaha melerai dan mendinginkan suasana yang sempat memanas itu.
Aksi demo perwakilan warga korban ini akhirnya bubar setelah kepala desa dan perangkat desa setempat menjanjikan akan melakukan pertemuan lanjutan dengan perwakilan warga.
(rsa)