Mahasiswa bakar foto Bupati Bogor & Menpora
Senin, 05 November 2012 - 14:23 WIB
Mahasiswa bakar foto Bupati Bogor & Menpora
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Kabupaten Bogor, Jawa Barat, melakukan aksi unjuk rasa di kantor Bupati Bogor.
Dalam aksinya, para mahasiswa membakar foto Bupati Bogor Rachmat Yasin dan Menpora Andi Mallarangeng. Selain itu, mahasiswa juga memaksa masuk ke dalam kantor bupati, namun dihalangi petugas. Aksi mendesak masuk ini sempat menimbulkan ketegangan.
Mahasiswa juga menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Bupati Bogor Rachmat Yasin, dan mendesak KPK untuk menangkap semua pejabat yang terlibat dan meminta DPRD Kabupaten Bogor yang berfungsi sebagai controlling untuk menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan wewenang Rachmat.
Ketua HMI Bogor Arifin mengatakan, Bupati Bogor harus bertanggung jawab atas kasus korupsi yang terjadi di Hambalang. Menurutnya, karena tanda tangan bupati, maka negara menderita kerugian ratusan miliar rupiah.
Selain itu, pihaknya juga mendesak KPK untuk segera menangkap Bupati Bogor Rachmat Yasin dan Kamenpora Andi Mallarengeng dan pihak lainnya yang terlibat. "Kami akan kembali melakukan aksi selanjutnya dan lebih besar lagi," pungkas Arifin di Bogor, Senin (5/11/2012).
Dalam aksinya, para mahasiswa membakar foto Bupati Bogor Rachmat Yasin dan Menpora Andi Mallarangeng. Selain itu, mahasiswa juga memaksa masuk ke dalam kantor bupati, namun dihalangi petugas. Aksi mendesak masuk ini sempat menimbulkan ketegangan.
Mahasiswa juga menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Bupati Bogor Rachmat Yasin, dan mendesak KPK untuk menangkap semua pejabat yang terlibat dan meminta DPRD Kabupaten Bogor yang berfungsi sebagai controlling untuk menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan wewenang Rachmat.
Ketua HMI Bogor Arifin mengatakan, Bupati Bogor harus bertanggung jawab atas kasus korupsi yang terjadi di Hambalang. Menurutnya, karena tanda tangan bupati, maka negara menderita kerugian ratusan miliar rupiah.
Selain itu, pihaknya juga mendesak KPK untuk segera menangkap Bupati Bogor Rachmat Yasin dan Kamenpora Andi Mallarengeng dan pihak lainnya yang terlibat. "Kami akan kembali melakukan aksi selanjutnya dan lebih besar lagi," pungkas Arifin di Bogor, Senin (5/11/2012).
(san)