Bencana longsor ancam 20 desa di Kulonprogo
Senin, 05 November 2012 - 12:38 WIB
Bencana longsor ancam 20 desa di Kulonprogo
A
A
A
Sindonews.com – Bencana tanah longsor mengancam 20 desa di empat kecamatan di Kulonprogo. Ancaman dinilai semakin serius mengingat musim hujan yang sudah mulai terjadi.
Kepala Kasi Rehabilitasi dan Rekontruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo Eko Susanto mengatakan, 20 desa yang teracam longsor beraca di Kecamatan Samigaluh, Kokap, Kalibawang, dan Girimulyo.
"Setiap tahunnya memang selalu longsor, pada musim hujan baik yang skala kecil dan besar,” kata Eko, Senin (5/11/2012).
Pada Januari 2012, terjadi 160 kasus tanah longsor, baik yang menutup jalan maupun menimbun rumah warga. Diketahui saat itu, curah hujan juga cukup tinggi.
”Jadi potensi ancaman harus diantisipasi karena hujan mulai turun,” terang dia.
Selain ancaman longsor, lahar dingin juga mengancam beberapa kecamatan Kalibawang, Nanggulan, Sentolo, Lendah dan Galur. Untuk wilayah Kalibawang, lahar dingin dapat menerjangan area pertanian di Dusun Ganasari, Banjarasri.
“Untuk wilayah Galur, banjir lahar dingin mengancam perumahan warga di Dusun Banaran,” jelasnya.
Dia menambahkan, BPBD Kabupaten bekerja sama dengan BPBD Provinsi akan menggelar pertemuan dengan masyarakat. Pertemuan juga akan digelar dengan pemerintah tingkat kecamatan terkait standard operating procedur (SOP) penanganan bencana.
Kepala Kasi Rehabilitasi dan Rekontruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo Eko Susanto mengatakan, 20 desa yang teracam longsor beraca di Kecamatan Samigaluh, Kokap, Kalibawang, dan Girimulyo.
"Setiap tahunnya memang selalu longsor, pada musim hujan baik yang skala kecil dan besar,” kata Eko, Senin (5/11/2012).
Pada Januari 2012, terjadi 160 kasus tanah longsor, baik yang menutup jalan maupun menimbun rumah warga. Diketahui saat itu, curah hujan juga cukup tinggi.
”Jadi potensi ancaman harus diantisipasi karena hujan mulai turun,” terang dia.
Selain ancaman longsor, lahar dingin juga mengancam beberapa kecamatan Kalibawang, Nanggulan, Sentolo, Lendah dan Galur. Untuk wilayah Kalibawang, lahar dingin dapat menerjangan area pertanian di Dusun Ganasari, Banjarasri.
“Untuk wilayah Galur, banjir lahar dingin mengancam perumahan warga di Dusun Banaran,” jelasnya.
Dia menambahkan, BPBD Kabupaten bekerja sama dengan BPBD Provinsi akan menggelar pertemuan dengan masyarakat. Pertemuan juga akan digelar dengan pemerintah tingkat kecamatan terkait standard operating procedur (SOP) penanganan bencana.
(rsa)