Puluhan preman serang galian C
Senin, 05 November 2012 - 06:12 WIB
Puluhan preman serang galian C
A
A
A
Sindonews.com - Sekira 30 orang diduga preman dengan membawa senjata api (senpi) dan senjata tajam (sajam) jenis pedang menyerang pegawai galian C di belakang Komplek Elite Grand City, Kecamatan Alang-Alang Lebar (AAL) Palembang.
Peristiwa penyerangan itu mengakibatkan dua orang mandor galian C mengalami luka bacok. Kedua korban yang kritis yaitu, Asri (37) warga Jalan Letnan Murod, Lorong Biga, RT 12, RW 4, Kelurahan AAL, Kecamatan AAL Palembang, mengalami luka tusuk di dada kiri, satu di kepala, satu di pungungg belakang dan satu di tangan kanan.
Sedangkan korban Suyanto (40) warga Kenten Laut, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin mengalami luka bacok di kening dan punggungnya. Sementara satu korban lagi Dadang (35) warga Kecamatan AAL Palembang hanya mengalami luka ringan di bagian tangan kananya, ketigas korban luka bacok saat ini masih dirawat intensif di ruang Instalansi Gawat Darurat (IGD) RSMH Palembang.
Menurut keterangan Herman (48) bos galian C di belakang Komplek Elite Grand City, penyerangan oleh sekelompok diduga preman itu terjadi saat anak buahnya sedang bekerja seperti biasa di lokasi.
"Saat anak buah saya sedang menggali tanah di tempat kami, datang empat mobil rombongan tersangka," ungkap Herman kepada petugas Polsekta Sukarami Palembang, Minggu 4 November 2012.
Saat turun dari mobil, rombongan kelompok penyerang yang berjumlah sekitar 30 orang, tiga orang memegang senjata api (senpi) dan puluhan lainnya membawa pedang panjang.
"Berhentilah kamu menggali tanah di sini, kata seorang pelaku sambil mengarahkan senpi mereka ke arah para pegawai saya," ujar Herman menambahkan saat kejadian ia sedang tidak berada di tempat.
Entah mengapa, tiba-tiba para tersangka langsung mengamuk dengan membacok membabi buta ke arah korban Asri yang disana memiliki jabatan sebagai mandor atau pengawas.
"Melihat Asri dibacok, para pegawai lain, mulai sopir truk dan penggali tanah semuanya kabur tungga langgang ketakutan," paparnya.
Namun apes bagi mandor Suyanto saat sedang berada di dalam mobil Toyota LGX warna cokelat bernomor polisi BG 1536 LU, ia diserbu puluhan pelaku, hingga kena bacol dibagian kening kepala, punggung dan tangannya.
"Selain kena bacok, mobil Suyanto rusak parah, lantaran dipukuli para pelaku menggunakan pedang dan batu," katanya.
Diduga kata Herman, pelaku penyerangan dikordinir tersangka Iwan."Karena pegawai saya lihat Iwan ada bersama rombongan penyerang. Iwan memang dikenal sebagai preman di kawasan AAL, khususnya masalag galian C, Infonyo juga kelompok penyerang berasal dari Kertapati,"tegasnya.
Kasus penyerangan dan pengeroyokan sudah dilaporkannya ke Polsekta Sukarami Palembang, namun laporan resmi mereka akan ke Polresta Palembang.
Kapolsekta Sukarami, Kompol Imam Tarmudi melalui Kanit Reskrim Iptu Hanys Pamungkas Subandrio membenarkan adanya peristiwa itu.
"Ribut masalah galian tanah, tadi kita sudah ke TKP untuk mengecek dan memintai keterangan saksi," ujar Hanys.
Peristiwa penyerangan itu mengakibatkan dua orang mandor galian C mengalami luka bacok. Kedua korban yang kritis yaitu, Asri (37) warga Jalan Letnan Murod, Lorong Biga, RT 12, RW 4, Kelurahan AAL, Kecamatan AAL Palembang, mengalami luka tusuk di dada kiri, satu di kepala, satu di pungungg belakang dan satu di tangan kanan.
Sedangkan korban Suyanto (40) warga Kenten Laut, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin mengalami luka bacok di kening dan punggungnya. Sementara satu korban lagi Dadang (35) warga Kecamatan AAL Palembang hanya mengalami luka ringan di bagian tangan kananya, ketigas korban luka bacok saat ini masih dirawat intensif di ruang Instalansi Gawat Darurat (IGD) RSMH Palembang.
Menurut keterangan Herman (48) bos galian C di belakang Komplek Elite Grand City, penyerangan oleh sekelompok diduga preman itu terjadi saat anak buahnya sedang bekerja seperti biasa di lokasi.
"Saat anak buah saya sedang menggali tanah di tempat kami, datang empat mobil rombongan tersangka," ungkap Herman kepada petugas Polsekta Sukarami Palembang, Minggu 4 November 2012.
Saat turun dari mobil, rombongan kelompok penyerang yang berjumlah sekitar 30 orang, tiga orang memegang senjata api (senpi) dan puluhan lainnya membawa pedang panjang.
"Berhentilah kamu menggali tanah di sini, kata seorang pelaku sambil mengarahkan senpi mereka ke arah para pegawai saya," ujar Herman menambahkan saat kejadian ia sedang tidak berada di tempat.
Entah mengapa, tiba-tiba para tersangka langsung mengamuk dengan membacok membabi buta ke arah korban Asri yang disana memiliki jabatan sebagai mandor atau pengawas.
"Melihat Asri dibacok, para pegawai lain, mulai sopir truk dan penggali tanah semuanya kabur tungga langgang ketakutan," paparnya.
Namun apes bagi mandor Suyanto saat sedang berada di dalam mobil Toyota LGX warna cokelat bernomor polisi BG 1536 LU, ia diserbu puluhan pelaku, hingga kena bacol dibagian kening kepala, punggung dan tangannya.
"Selain kena bacok, mobil Suyanto rusak parah, lantaran dipukuli para pelaku menggunakan pedang dan batu," katanya.
Diduga kata Herman, pelaku penyerangan dikordinir tersangka Iwan."Karena pegawai saya lihat Iwan ada bersama rombongan penyerang. Iwan memang dikenal sebagai preman di kawasan AAL, khususnya masalag galian C, Infonyo juga kelompok penyerang berasal dari Kertapati,"tegasnya.
Kasus penyerangan dan pengeroyokan sudah dilaporkannya ke Polsekta Sukarami Palembang, namun laporan resmi mereka akan ke Polresta Palembang.
Kapolsekta Sukarami, Kompol Imam Tarmudi melalui Kanit Reskrim Iptu Hanys Pamungkas Subandrio membenarkan adanya peristiwa itu.
"Ribut masalah galian tanah, tadi kita sudah ke TKP untuk mengecek dan memintai keterangan saksi," ujar Hanys.
(azh)