Tolak kedatangan Aher, warga blokade jalan
Minggu, 04 November 2012 - 12:51 WIB
Tolak kedatangan Aher, warga blokade jalan
A
A
A
Sindonews.com - Dianggap memihak salah satu kandidat pasangan Wali Kota Bekasi, kedatangan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) ke Kota Bekasi ditentang Aliansi Muda Bekasi Menggugat (AMBM).
Tak sampai di sini, Jalan Cut Meutia, Bekasi Timur, diblokade massa sebagai bentuk protes atas kehadiran Aher di Kota Bekasi, Minggu (4/11/2012).
Sebelumnya AMBM melapor kepada Mentri Dalam Negeri (Mendagri) Senin (29 Oktober 2012) silam terkait keberpihakan Gubernur Jabar melalui spanduk salah satu kandidat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi.
"Intinya kami sudah tidak lagi percaya kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang tidak lagi mementingkan masyarakat. Melainkan hanya mementingkan kepentingan pribadi dan kelompoknya semata," ujar Koordinator AMBM Taufan Dante.
Dirinya juga menyayangkan, sikap Gubernur Jawa Barat yang sampai saat ini belum juga menyampaikan permintaan maafnya kepada masyarakat Kota Bekasi, atas kesalahannya tersebut.
"Harusnya sebagai pemimpin dia berani mengakui kesalahannya. Bukannya sembunyi dan membiarkan masyarakat terus bertanya-tanya. Pemimpin macam apa itu," kecam Taufan.
Tak sampai di sini, Jalan Cut Meutia, Bekasi Timur, diblokade massa sebagai bentuk protes atas kehadiran Aher di Kota Bekasi, Minggu (4/11/2012).
Sebelumnya AMBM melapor kepada Mentri Dalam Negeri (Mendagri) Senin (29 Oktober 2012) silam terkait keberpihakan Gubernur Jabar melalui spanduk salah satu kandidat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi.
"Intinya kami sudah tidak lagi percaya kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang tidak lagi mementingkan masyarakat. Melainkan hanya mementingkan kepentingan pribadi dan kelompoknya semata," ujar Koordinator AMBM Taufan Dante.
Dirinya juga menyayangkan, sikap Gubernur Jawa Barat yang sampai saat ini belum juga menyampaikan permintaan maafnya kepada masyarakat Kota Bekasi, atas kesalahannya tersebut.
"Harusnya sebagai pemimpin dia berani mengakui kesalahannya. Bukannya sembunyi dan membiarkan masyarakat terus bertanya-tanya. Pemimpin macam apa itu," kecam Taufan.
(ysw)