Pelaku teror di M-tos diduga sakit hati
Minggu, 04 November 2012 - 11:43 WIB
Pelaku teror di M-tos diduga sakit hati
A
A
A
Sindonews.com - Jajaran Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Makassar menilai kalau pelaku teror melalui Short Massage Service (SMS), sakit hati terhadap manajemen Makassar Town Squer (M-tos).
"Dilihat dari SMS-nya sepertinya oknum tersebut kecewa dengan rencana perubahan space tenant, makanya pelaku mengancam," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polrestabes Makassar Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Himawan, saat dikonfirmasi SINDO, Minggu (4/10/2012).
Diberitakan sebelumnya, sebuah ancaman teror bom ditujukan pada pusat perbelanjaan yang terletak di Jalan Urip Sumiharjo Makassar, Selasa 30 Oktober 2012. Disinyalir SMS ancaman tersebut dikirim dari sebuah lokasi di Polewali Mandar, Sulawesi barat.
Namun lanjut Himawan, pihaknya punya beberapa probbailitas terhadap peristiwan yang sempat mengegerkan para pengunjung tersebut. Namun, probabilitas tersebut asih perlu dipertajam penyelidikannya.
Diketahui, saat ini jajaran Polrestabes Makassar akan berkoordinasi dengan Polres Polman, untuk melacak keberadaan pelaku teror yang hingga kini belum diringkus.
Dalam SMS teror yang berasal dari nomor ponsel 082 3465 960 44 berisikan, "Mici-mici selama ini Mtos aman dan damai, aku tak tau persis sistem keamanan gedung ini, tapi para tenan dilantai dasar tempat trolli tersingkir lambat atau cepat gedung ini akan jadi target bom, jika ingin gedung ini tetap aman, biarkan para tenan berjualan selama setahun ini."
"Dilihat dari SMS-nya sepertinya oknum tersebut kecewa dengan rencana perubahan space tenant, makanya pelaku mengancam," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polrestabes Makassar Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Himawan, saat dikonfirmasi SINDO, Minggu (4/10/2012).
Diberitakan sebelumnya, sebuah ancaman teror bom ditujukan pada pusat perbelanjaan yang terletak di Jalan Urip Sumiharjo Makassar, Selasa 30 Oktober 2012. Disinyalir SMS ancaman tersebut dikirim dari sebuah lokasi di Polewali Mandar, Sulawesi barat.
Namun lanjut Himawan, pihaknya punya beberapa probbailitas terhadap peristiwan yang sempat mengegerkan para pengunjung tersebut. Namun, probabilitas tersebut asih perlu dipertajam penyelidikannya.
Diketahui, saat ini jajaran Polrestabes Makassar akan berkoordinasi dengan Polres Polman, untuk melacak keberadaan pelaku teror yang hingga kini belum diringkus.
Dalam SMS teror yang berasal dari nomor ponsel 082 3465 960 44 berisikan, "Mici-mici selama ini Mtos aman dan damai, aku tak tau persis sistem keamanan gedung ini, tapi para tenan dilantai dasar tempat trolli tersingkir lambat atau cepat gedung ini akan jadi target bom, jika ingin gedung ini tetap aman, biarkan para tenan berjualan selama setahun ini."
(ysw)