2 bocah SMP dicabuli pedagang buah
Jum'at, 02 November 2012 - 15:43 WIB
2 bocah SMP dicabuli pedagang buah
A
A
A
Sindonews.com – Seorang pedagang buah asal Bendungan, Wates, SR (30) dilaporkan ke Polres Kulonprogo. Pria yang diduga mengalami disorientasi seksual dilaporkan karena telah mencabuli dua remaja putra.
Aksi bejat SR dilakukan Selasa 23 Oktober lalu. Korbannya adalah DN (14), warga Karangwuni, Wates dan GN (15), warga Kulwaru, Wates. Kedua korban masih berstatus siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kepada polisi, kedua korban menuturkan, peristiwa nahas yang menimpanya terjadi di pinggiran Sungai Bendungan, sekira pukul 19.30 WIB.
Menurut DN, sebelum pencabulan keduanya tengah berada di rumah. Pelaku yang sudah lama dikenal tiba-tiba menghubungi keduanya melalui pesan singkat. SR meminta kedua korban bertandang ke warungnya di daerah Bendungan, Wates. Tanpa curiga, kedua korban menuruti permintaan SR.
“Kita sudah kenal lama sama dia. Jadi tidak curiga apa-apa waktu diminta datang ke warungnya. Kami langsung nurut saja pergi ke sana,” ungkap DN menjelaskan di Polres Kulonprogo, Jumat (2/11/2012).
SR ternyata sudah menyusun siasat dengan matang. Sebab, setibanya di lokasi, dia mengajak kedua bocah polos ini menenggak minuman keras jenis ciu yang dicampur anggur. Mengetahui mangsanya teler, SR mengajak keduanya jalan-jalan ke tepi Sungai Bendungan. Di sana, pakaian kedua korban dilucuti dan kedua korban pun dicabuli.
Menerima perlakukan yang tak terduga, membuat korban terguncang. Keduanya mendadak jadi pendiam. Mereka mengaku sudah dicabuli pelaku saat diinterogasi pihak keluarga yang menaruh curiga. Tanpa pikir panjang, keluarga langsung melaporkan kejadian ini ke Polres Kulonprogo. Keluarga berharap, pelaku mendapat ganjaran setimpal atas tindakannya.
Secara terpisah, Kasubag Humas Polres Kulonprogo, Iptu Kaswadi mengatakan, laporan pencabulan oleh pedagang buah di daerah Wates masih dalam penyelidikan petugas. Menurutnya, kepolisian masih mendalami kasus ini dengan memeriksa saksi-saksi.
“Masih kami dalami. Saat ini sudah mulai memeriksa para saksi,” kata dia.
Aksi bejat SR dilakukan Selasa 23 Oktober lalu. Korbannya adalah DN (14), warga Karangwuni, Wates dan GN (15), warga Kulwaru, Wates. Kedua korban masih berstatus siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kepada polisi, kedua korban menuturkan, peristiwa nahas yang menimpanya terjadi di pinggiran Sungai Bendungan, sekira pukul 19.30 WIB.
Menurut DN, sebelum pencabulan keduanya tengah berada di rumah. Pelaku yang sudah lama dikenal tiba-tiba menghubungi keduanya melalui pesan singkat. SR meminta kedua korban bertandang ke warungnya di daerah Bendungan, Wates. Tanpa curiga, kedua korban menuruti permintaan SR.
“Kita sudah kenal lama sama dia. Jadi tidak curiga apa-apa waktu diminta datang ke warungnya. Kami langsung nurut saja pergi ke sana,” ungkap DN menjelaskan di Polres Kulonprogo, Jumat (2/11/2012).
SR ternyata sudah menyusun siasat dengan matang. Sebab, setibanya di lokasi, dia mengajak kedua bocah polos ini menenggak minuman keras jenis ciu yang dicampur anggur. Mengetahui mangsanya teler, SR mengajak keduanya jalan-jalan ke tepi Sungai Bendungan. Di sana, pakaian kedua korban dilucuti dan kedua korban pun dicabuli.
Menerima perlakukan yang tak terduga, membuat korban terguncang. Keduanya mendadak jadi pendiam. Mereka mengaku sudah dicabuli pelaku saat diinterogasi pihak keluarga yang menaruh curiga. Tanpa pikir panjang, keluarga langsung melaporkan kejadian ini ke Polres Kulonprogo. Keluarga berharap, pelaku mendapat ganjaran setimpal atas tindakannya.
Secara terpisah, Kasubag Humas Polres Kulonprogo, Iptu Kaswadi mengatakan, laporan pencabulan oleh pedagang buah di daerah Wates masih dalam penyelidikan petugas. Menurutnya, kepolisian masih mendalami kasus ini dengan memeriksa saksi-saksi.
“Masih kami dalami. Saat ini sudah mulai memeriksa para saksi,” kata dia.
(azh)