Gempa 5,8 SR guncang NTT
Jum'at, 02 November 2012 - 12:23 WIB
Gempa 5,8 SR guncang NTT
A
A
A
Sindonews.com - Gempa dengan kekuatan 5.8 Skala richter (SR) yang terjadi 74 km barat laut, Kabupaten Ende Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Getaran gempa terasa hingga Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, NTT.
Getaran gempa terasa sekira pukul 09.22 WITA, Jumat (2/11/2012). Gempa yang berlokasi pada 8.02 LS–121. 60 BT ini sempat membuat panik sejumlah warga di kota Waingapu. Seperti yang terjadi di Kelurahan Kawangu dan Kambaniru serta Kelurahan Kambadjawa, misalnya, ada warga yang sedang beraktifitas di dalam rumah, lari keluar rumah karena rasa kaget akan guncangan gempa yang berlangsung lebih dari satu menit itu.
“Saya tadi pas lagi ketik makalah di laptop, tiba tiba saya rasa kursi goyang, saya pikir lagi pusing, tidak tahunya gempa, apalagi saya lihat bola lampu yang tergantung di kamar kerja saya juga ikutan goyang,” jelas Gerhard , salah seorang warga Kelurahan Kambadjawa menjelaskan.
Hal serupa juga dikeluhkan oleh sejumlah guru Taman Kanak- Kanak di TK Pembina Pandawai, Kelurahan Kawangu.
“Tadi kami ada sementara beri materi belajar mengenal satwa pada anak –anak, tiba tiba saja rasa gempa, kami langsung keluar bersam anak anak ke halaman sekolah,” urai Merry dan Nona, dua orang guru TK.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Kendati guncangan gempa terasa cukup kencang, hingga kini belum adanya keluhan dan laporan adanya kerusakan bangunan fisik dan korban lainnya.
Getaran gempa terasa sekira pukul 09.22 WITA, Jumat (2/11/2012). Gempa yang berlokasi pada 8.02 LS–121. 60 BT ini sempat membuat panik sejumlah warga di kota Waingapu. Seperti yang terjadi di Kelurahan Kawangu dan Kambaniru serta Kelurahan Kambadjawa, misalnya, ada warga yang sedang beraktifitas di dalam rumah, lari keluar rumah karena rasa kaget akan guncangan gempa yang berlangsung lebih dari satu menit itu.
“Saya tadi pas lagi ketik makalah di laptop, tiba tiba saya rasa kursi goyang, saya pikir lagi pusing, tidak tahunya gempa, apalagi saya lihat bola lampu yang tergantung di kamar kerja saya juga ikutan goyang,” jelas Gerhard , salah seorang warga Kelurahan Kambadjawa menjelaskan.
Hal serupa juga dikeluhkan oleh sejumlah guru Taman Kanak- Kanak di TK Pembina Pandawai, Kelurahan Kawangu.
“Tadi kami ada sementara beri materi belajar mengenal satwa pada anak –anak, tiba tiba saja rasa gempa, kami langsung keluar bersam anak anak ke halaman sekolah,” urai Merry dan Nona, dua orang guru TK.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Kendati guncangan gempa terasa cukup kencang, hingga kini belum adanya keluhan dan laporan adanya kerusakan bangunan fisik dan korban lainnya.
(azh)