Hasil tes urine PNS ditutupi
Jum'at, 02 November 2012 - 03:12 WIB
Hasil tes urine PNS ditutupi
A
A
A
Sindonews.com – Hasil akhir atas pemeriksaan urine sejumlah pejabat setingkat eselon II, III, IV dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OI beberapa waktu lalu terkesan ditutupi.
Kendati hasil tes urine sudah dapat diketahui Kamis 1 November 2012, namun kewenangan untuk mengumumkan hasil tersebut menjadi hak Bupati OI H Mawardi Yahya.
“Untuk hasil pemeriksaan urine yang dilakukan beberapa hari memang sudah keluar. Tapi kami tidak bisa mempublikasikannya karena menjadi kewenangan Bupati OI H Mawardi Yahya untuk mengumumkannya,” kata Kepala BNNK OI, Dirowardi, di kantornya, Kamis 1 November 2012.
Dia pun enggan menyebutkan apakah hasil dari pemeriksaan urine Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebut ditemukan hasil yang positif mengandung zat berbahaya ataupun sejenisnya.
Dia mengungkapkan setelah pengambilan urine sejumlah PNS tersebut, botol urine langsung dibawa tim BNNP ke laboratorium untuk diperiksa. Hasilnya pun langsung diserahkan ke Bupati OI.
“Jika hasilnya positif atau negatif, kami akan serahkan sepenuhnya ke Bupati. Bagi PNS yang positif, soal sanksi kami serahkan juga sepenuhnya kepada Bupati OI. Biarlah Bupati OI yang akan mengumumkannya,” terangnya.
Diketahui, pelaksaan tes urine yang diadakan BNNP Sumsel dan BNNK OI tersebut diikuti sekitar 260 PNS dari target 350 pegawai. Padahal total PNS di Kabupaten OI mencapai 6000 PNS.
Kendati hasil tes urine sudah dapat diketahui Kamis 1 November 2012, namun kewenangan untuk mengumumkan hasil tersebut menjadi hak Bupati OI H Mawardi Yahya.
“Untuk hasil pemeriksaan urine yang dilakukan beberapa hari memang sudah keluar. Tapi kami tidak bisa mempublikasikannya karena menjadi kewenangan Bupati OI H Mawardi Yahya untuk mengumumkannya,” kata Kepala BNNK OI, Dirowardi, di kantornya, Kamis 1 November 2012.
Dia pun enggan menyebutkan apakah hasil dari pemeriksaan urine Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebut ditemukan hasil yang positif mengandung zat berbahaya ataupun sejenisnya.
Dia mengungkapkan setelah pengambilan urine sejumlah PNS tersebut, botol urine langsung dibawa tim BNNP ke laboratorium untuk diperiksa. Hasilnya pun langsung diserahkan ke Bupati OI.
“Jika hasilnya positif atau negatif, kami akan serahkan sepenuhnya ke Bupati. Bagi PNS yang positif, soal sanksi kami serahkan juga sepenuhnya kepada Bupati OI. Biarlah Bupati OI yang akan mengumumkannya,” terangnya.
Diketahui, pelaksaan tes urine yang diadakan BNNP Sumsel dan BNNK OI tersebut diikuti sekitar 260 PNS dari target 350 pegawai. Padahal total PNS di Kabupaten OI mencapai 6000 PNS.
(ysw)