Lampu mati, Satpol PP sulit deteksi PSK
Kamis, 01 November 2012 - 12:46 WIB
Lampu mati, Satpol PP sulit deteksi PSK
A
A
A
Sindonews.com - Sering matinya lampu di kawasan Lapangan Tegalega, Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar) memusingkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Kasatpol PP Kota Bandung Ferdi Ligaswara menilai, kelakuan oknum yang mengambil dan memutuskan lampu tersebut, menjadi penghambat petugas dalam melakukan patroli.
"Situasi di taman itu lampunya mati di beberapa titik. Lampunya ada yang diambil, dan ada juga yang diputuskan," kata Ferdi, kepada wartawan saat ditemui pada acara serah terima jabatan Kapolda Jabar, di Lapangan Upacara Mapolda Jabar, Kamis (1/11/2012).
Menurut Ferdi, kelakuan oknum yang mengambil dan memutuskan lampu membuat petugas kesulitan mendeteksi para pekerja seks komersial (PSK) dan gelandang pengemis (gepeng) yang berada di sekitar Tegalega.
"Saya minta partisipasi dari masyarakat. Kita tidak standby terus di lapangan. Jika masyarakat menemukan pelanggaran, bisa melapor ke aparat berwenang atau petugas piket kita," katanya.
Lebih lanjut dia mengharapkan, agar masyarakat bersama-sama menjaga dan merawat Lapangan Tegalega.
"Taman itu merupakan Kebanggan warga kota. Kalau ada yang merusak failitas publik, seperti di taman, segera lapor polisi," ujarnya.
Meski demikian, pihaknya mengaku telah bekerja keras dengan menertibkan sejumlah PSK yang sering 'mangkal' di Tegalega dan alun-alun Kota Bandung.
"Sampai-sampai tempat penampungan (PSK) di Palimanan penuh," tandasnya.
Kasatpol PP Kota Bandung Ferdi Ligaswara menilai, kelakuan oknum yang mengambil dan memutuskan lampu tersebut, menjadi penghambat petugas dalam melakukan patroli.
"Situasi di taman itu lampunya mati di beberapa titik. Lampunya ada yang diambil, dan ada juga yang diputuskan," kata Ferdi, kepada wartawan saat ditemui pada acara serah terima jabatan Kapolda Jabar, di Lapangan Upacara Mapolda Jabar, Kamis (1/11/2012).
Menurut Ferdi, kelakuan oknum yang mengambil dan memutuskan lampu membuat petugas kesulitan mendeteksi para pekerja seks komersial (PSK) dan gelandang pengemis (gepeng) yang berada di sekitar Tegalega.
"Saya minta partisipasi dari masyarakat. Kita tidak standby terus di lapangan. Jika masyarakat menemukan pelanggaran, bisa melapor ke aparat berwenang atau petugas piket kita," katanya.
Lebih lanjut dia mengharapkan, agar masyarakat bersama-sama menjaga dan merawat Lapangan Tegalega.
"Taman itu merupakan Kebanggan warga kota. Kalau ada yang merusak failitas publik, seperti di taman, segera lapor polisi," ujarnya.
Meski demikian, pihaknya mengaku telah bekerja keras dengan menertibkan sejumlah PSK yang sering 'mangkal' di Tegalega dan alun-alun Kota Bandung.
"Sampai-sampai tempat penampungan (PSK) di Palimanan penuh," tandasnya.
(maf)