Kembangkan wilayah, Kulonprogo gandeng Purworejo
Rabu, 31 Oktober 2012 - 18:21 WIB
Kembangkan wilayah, Kulonprogo gandeng Purworejo
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo akan menggandeng Pemkab Purworejo, Jawa Tengah untuk mengembangkan wilayah perbatasan Pasir Mendit dan Pasir Kadilangu. Langkah ini ditempuh, mengingat potensi udang vaname di kedua wilayah yang cukup menjanjikan.
Awal kerjasama akan dimulai dari rencana pembangunan akses jalan menuju Pasir Mendit dan Pasir Kadilangu. Kerjasama diperlukan karena akses jalan menuju dua dusun itu, secara geografis termasuk wilayah Purworejo.
“Mekanismenya, nanti Kulonprogo yang akan membangun jalan. Kemudian, jalan ini akan dihibahkan ke Purworejo. Akses jalan itu masuk dalam wilayah tetangga, tapi yang paling sering menggunakan adalah warga Kulonprogo. Ini masih perlu pembicaraan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kulonprogo, Budi Wibowo, Rabu (31/10/2012).
Menurut dia, pembicaraan terkait kerjasama Kulonprogo-Purworejo juga perlu melibatkan Pemprov DIY dan Jawa Tengah. Bentuk konkrit pembicaraan itu akan dibuat dalam bentuk nota kesepahaman (MoU).
Sebelumnya, Ketua kelompok tani udang Wuluh Vaname, Septian Wiyanto, mengeluhkan pertumbuhan yang tidak maksimal di wilayah Pasir Mendit dan Kadilangu. Hal ini disebabkan akses jalan yang tidak memadai.
Petani juga meminta fasilitas pendukung berupa laboratorium penambakan guna meningkatkan produktivitas udang. Hal itu perlu dilakukan, mengingat keberadaan tambak udang sangat vital bagi masyarakat di wilayah Dusun Kadilangu dan Pasir Mendit yang diapit wilayah Purworejo.
"Hasil panen udang kali ke enam ini cukup menjanjikan. Kali ini, kami bisa menghasilan udang sebanyak 5,6 ton dari lahan 2.000 meter," kata Septian
Selain menjadi sentra tambak udang, rencananya dua wilayah itu juga akan dijadikan areal pariwisata, berupa rest area dan kuliner. “Nantinya, pengelolaan harus berciri khas DIY,” pungkas Budi.
Awal kerjasama akan dimulai dari rencana pembangunan akses jalan menuju Pasir Mendit dan Pasir Kadilangu. Kerjasama diperlukan karena akses jalan menuju dua dusun itu, secara geografis termasuk wilayah Purworejo.
“Mekanismenya, nanti Kulonprogo yang akan membangun jalan. Kemudian, jalan ini akan dihibahkan ke Purworejo. Akses jalan itu masuk dalam wilayah tetangga, tapi yang paling sering menggunakan adalah warga Kulonprogo. Ini masih perlu pembicaraan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kulonprogo, Budi Wibowo, Rabu (31/10/2012).
Menurut dia, pembicaraan terkait kerjasama Kulonprogo-Purworejo juga perlu melibatkan Pemprov DIY dan Jawa Tengah. Bentuk konkrit pembicaraan itu akan dibuat dalam bentuk nota kesepahaman (MoU).
Sebelumnya, Ketua kelompok tani udang Wuluh Vaname, Septian Wiyanto, mengeluhkan pertumbuhan yang tidak maksimal di wilayah Pasir Mendit dan Kadilangu. Hal ini disebabkan akses jalan yang tidak memadai.
Petani juga meminta fasilitas pendukung berupa laboratorium penambakan guna meningkatkan produktivitas udang. Hal itu perlu dilakukan, mengingat keberadaan tambak udang sangat vital bagi masyarakat di wilayah Dusun Kadilangu dan Pasir Mendit yang diapit wilayah Purworejo.
"Hasil panen udang kali ke enam ini cukup menjanjikan. Kali ini, kami bisa menghasilan udang sebanyak 5,6 ton dari lahan 2.000 meter," kata Septian
Selain menjadi sentra tambak udang, rencananya dua wilayah itu juga akan dijadikan areal pariwisata, berupa rest area dan kuliner. “Nantinya, pengelolaan harus berciri khas DIY,” pungkas Budi.
(rsa)