Pemkot Depok siap dialog tentukan UMK
Rabu, 31 Oktober 2012 - 09:19 WIB
Pemkot Depok siap dialog tentukan UMK
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menjamin akan menentukan Upah Minimum Kota (UMK) secara bijaksana, untuk mencegah terjadinya kerusuhan akibat tuntutan buruh seperti di Bogor.
Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan, Pemkot Depok akan membuka diri untuk melakukan dialog dengan para buruh untuk menentukan UMK 2013. Dengan demikian, diharapkan UMK yang ditetapkan nantinya bisa memenuhi kebutuhan hidup para buruh.
"Kami senantiasa berprinsip, untuk memberlakukan tentang Tripartid, besaran upah buruh harus atas dasar kesepakatan bersama. Dialog komprehensif. Kita komunikasi dengan serikat pekerja, pengusaha, dan pemerintah," katanya di Depok, Jawa Barat, Rabu (31/10/2012).
Dia mengungkapkan, nantinya pihaknya akan menghitung kebutuhan hidup layak (KHL) sebelum menentukan UMK. Untuk itu, para buruh di Depok harus mengedepankan dialog bersama.
"Kebersamaan lebih penting, bukan dengan pendekatan emosi. Dengan kebersamaan, hidupnya perusahaan diperlukan peran dari buruh, kesejahteraan buruh dicapai melalui prestasi yang dicapai perusahaan" jelasnya.
Terkait tuntutan buruh Depok yang meminta UMK Rp2,2 juta, Nur Mahmudi mengaku akan terbuka membahasnya bersama seluruh pihak terkait. Sebab, UMK saat ini yang sebesar Rp1,4 juta, juga dihasilkan dari kesepakatan Tripartid tahun lalu.
"Kan Rp1,4 juta juga hasil komunikasi atas kesepakatan bersama dengan para buruh tahun lalu. Untuk tahun depan, duduk lagi dong. Kami tak alergi duduk bareng evaluasi itu," imbuhnya.
Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan, Pemkot Depok akan membuka diri untuk melakukan dialog dengan para buruh untuk menentukan UMK 2013. Dengan demikian, diharapkan UMK yang ditetapkan nantinya bisa memenuhi kebutuhan hidup para buruh.
"Kami senantiasa berprinsip, untuk memberlakukan tentang Tripartid, besaran upah buruh harus atas dasar kesepakatan bersama. Dialog komprehensif. Kita komunikasi dengan serikat pekerja, pengusaha, dan pemerintah," katanya di Depok, Jawa Barat, Rabu (31/10/2012).
Dia mengungkapkan, nantinya pihaknya akan menghitung kebutuhan hidup layak (KHL) sebelum menentukan UMK. Untuk itu, para buruh di Depok harus mengedepankan dialog bersama.
"Kebersamaan lebih penting, bukan dengan pendekatan emosi. Dengan kebersamaan, hidupnya perusahaan diperlukan peran dari buruh, kesejahteraan buruh dicapai melalui prestasi yang dicapai perusahaan" jelasnya.
Terkait tuntutan buruh Depok yang meminta UMK Rp2,2 juta, Nur Mahmudi mengaku akan terbuka membahasnya bersama seluruh pihak terkait. Sebab, UMK saat ini yang sebesar Rp1,4 juta, juga dihasilkan dari kesepakatan Tripartid tahun lalu.
"Kan Rp1,4 juta juga hasil komunikasi atas kesepakatan bersama dengan para buruh tahun lalu. Untuk tahun depan, duduk lagi dong. Kami tak alergi duduk bareng evaluasi itu," imbuhnya.
(lil)