Bruk! Biker tewas digilas truk
Selasa, 30 Oktober 2012 - 16:17 WIB
Bruk! Biker tewas digilas truk
A
A
A
Sindonews.com - Jalur Bojonegoro-Cepu kembali memakan korban. Fajri Fabiyuba (40), warga Perumahan Pacul Permai, Kabupaten Bojonegoro, harus meregang nyawa setelah dihajar truk.
Saat itu Fajri Fabiyuba mengendarai sepeda motor Honda Win 100 nopol S 4851 AS dari arah Bojonegoro menuju Cepu, Jawa Tengah.
Saat di lokasi kejadian, tepatnya di kawasan Desa Ngulanan, Kecamatan Dander, ada truk pengangkut tanah uruk yang sedang diparkir di tepi jalan. Truk itu dikemudikan oleh Manaf, warga setempat.
Nahasnya, saat Fajri akan melewati truk tersebut, tiba-tiba truk itu bergerak membelok. Karena kaget, Fajri pun akhirnya menabrak bak truk dan akhirnya terpental hingga beberapa meter.
Pada saat bersamaan, muncul truk nopol S 9940 UJ dari arah barat melaju dengan kencang. Truk yang disopiri oleh Suryadi, warga Lamongan, itu akhirnya melindas tubuh Fajri.
Melihat kejadian itu, warga sekitar langsung mendekat dan berusaha menolong korban. Nahas, nyawa Fajri sudah tidak tertolong.
Petugas yang datang ke lokasi kejadian lalu membawa jasad korban ke kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro untuk diautopsi.
Sementara itu, kedua sopir truk yakni Manaf dan Suryadi dibawa ke Polres Bojonegoro untuk dimintai keterangan.
Polisi hingga kini belum menetapkan tersangka kecelakaan yang merenggut nyawa korban tersebut.
Seperti diketahui, jalur Bojonegoro-Cepu sepanjang kurang lebih 50 kilometer itu, memang rawan terjadi kecelakaan. Penyebabnya, kondisi jalan di sepanjang jalur itu rusak, bergelombang, dan pecah-pecah.
Berdasarkan catatan Dinas Perhubungan Pemkab Bojonegoro, saat ini rata-rata ada 500 hingga 700 truk proyek yang melintas di jalur Bojonegoro-Cepu.
Itu belum termasuk truk yang mengangkut barang dagangan, truk pengangkut pasir dari Sungai Bengawan Solo, dan truk ekspedisi antar daerah.
Saat itu Fajri Fabiyuba mengendarai sepeda motor Honda Win 100 nopol S 4851 AS dari arah Bojonegoro menuju Cepu, Jawa Tengah.
Saat di lokasi kejadian, tepatnya di kawasan Desa Ngulanan, Kecamatan Dander, ada truk pengangkut tanah uruk yang sedang diparkir di tepi jalan. Truk itu dikemudikan oleh Manaf, warga setempat.
Nahasnya, saat Fajri akan melewati truk tersebut, tiba-tiba truk itu bergerak membelok. Karena kaget, Fajri pun akhirnya menabrak bak truk dan akhirnya terpental hingga beberapa meter.
Pada saat bersamaan, muncul truk nopol S 9940 UJ dari arah barat melaju dengan kencang. Truk yang disopiri oleh Suryadi, warga Lamongan, itu akhirnya melindas tubuh Fajri.
Melihat kejadian itu, warga sekitar langsung mendekat dan berusaha menolong korban. Nahas, nyawa Fajri sudah tidak tertolong.
Petugas yang datang ke lokasi kejadian lalu membawa jasad korban ke kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro untuk diautopsi.
Sementara itu, kedua sopir truk yakni Manaf dan Suryadi dibawa ke Polres Bojonegoro untuk dimintai keterangan.
Polisi hingga kini belum menetapkan tersangka kecelakaan yang merenggut nyawa korban tersebut.
Seperti diketahui, jalur Bojonegoro-Cepu sepanjang kurang lebih 50 kilometer itu, memang rawan terjadi kecelakaan. Penyebabnya, kondisi jalan di sepanjang jalur itu rusak, bergelombang, dan pecah-pecah.
Berdasarkan catatan Dinas Perhubungan Pemkab Bojonegoro, saat ini rata-rata ada 500 hingga 700 truk proyek yang melintas di jalur Bojonegoro-Cepu.
Itu belum termasuk truk yang mengangkut barang dagangan, truk pengangkut pasir dari Sungai Bengawan Solo, dan truk ekspedisi antar daerah.
(maf)