Polisi tunggu hasil tes urine

Selasa, 30 Oktober 2012 - 09:05 WIB
Polisi tunggu hasil...
Polisi tunggu hasil tes urine
A A A
Sindonews.com – Tertangkapnya AI, anak Bupati Polewali Mandar (Polman), Ali Baal Masdar, bersama tiga orang rekannya dalam razia yang dilakukan oleh jajaran Polres Polman, pada Sabtu malam, 27 Oktober, karena kedapatan membawa barang yang diduga ganja dalam mobil yang ia kendarai, membuat pihak keluarganya syok.

Pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kasus yang menimpa AI kepada pihak kepolisian selaku penegak hukum untuk menyelidiki kebenaran apakah ganja tersebut adalah milik AI atau teman-temannya yang ada dalam mobil tersebut.

“Jika memang terbukti barang tersebut adalah milik AI, kami selaku keluarga akan menerima kenyataan itu,” ujar Paman AI, Andi Baso Masdar menjelaskan saat ditemui di kediamannya, Senin sore 29 Oktober 2012.

Menurut Andi Baso, proses hukum AI bersama tiga temannya kini telah ditangani oleh pihak kepolisian. Apapun hasilnya, ia selaku keluarga dekatnya yang mewakili orangtua akan menerima pahit manisnya. Sebab, sebagai warga Negara Indonesia yang baik ia paham proses hukum tidak memilih status sosial.

Hanya saja, Andi Baso meminta sebelum kasus tersebut ada kejelasan mengenai barang yang ditemukan dalam mobil yang dikendarai AI, agar jangan dulu dibesar-besarkan dan langsung menghakimi AI. Apalagi sampai melakukan vonis terhadap AI. Sebab, saat ini polisi sedang melakukan proses penyelidikan dan melakukan tes urine terhadap AI.

Apalagi, mobil merek Ford berwarna merah maron bernomor polisi DC 610 BU, yang dikendarai AI tempat ditemukannya barang yang diduga ganja sewaktu pelaksanaan razia tersebut bukan mobilnya.

“Saya tidak tahu mobil siapa. Itu bukan mobil AI dan bukan mobil disini,” kata Andi Baso.

Lebih lanjut Andi Baso mengatakan, pihaknya tidak akan mencampuri apa yang telah polisi lakukan saat ini. Sehingga, jika dalam proses penyelidikan polisi AI terbukti bersalah, pihak keluarga akan menerima dengan lapang dada. Karena bagi keluarga, itu akan menjadi sebuah proses pembelajaran dan instrispeksi bagi sekeluarga, khususnya dalam membina anak-anak ke depannya.

“Ya, terbukti atau tidak, kita ambil hikmahnya di balik kejadian ini. Saya meyakini, siapa pun orang tua, pasti tidak ingin anak-anaknya terjerumus dalam kesalahan seperti itu,” jelasnya.

Kejadian yang menimpa putra pertama Bupati Polman ini memang sontak menjadi pembicaraan hangat khususnya di DPRD Polman. Bahkan, kabar mengenai dibebaskannya AI sempat menjadi tanda tanya sebahagian anggota dewan yang tidak ingin disebutkan namanya.

Sementara, fakta terbaru bahwa AI yang sebelumnya dikabarkan bebas ternyata tidak benar adanya. Informasi yang dihimpung di Mapolres, pada Minggu malam, AI memang belum dimasukkan dalam sel tahanan karena menjalani pemeriksaan di ruang narkoba.

Namun, setelah pemeriksaan terhadap AI dan tiga rekannya selesai dilakukan, AI baru dimasukkan dalam sel.

Kini, AI bersama tiga temannya sedang diamankan di sel tahanan Mapolres Polman. Selain AI, polisi juga mengamankan tiga linting barang bukti yang diduga adalah ganja terebut beserta satu unit mobil sedang ford berwarna merajh DC 610 BU.

Sementara itu, Kepala Satuan Narkoba Polres Polman, AKP Yustinus, yang ditemui mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

“Kita belum bisa menetapkan tersangka. Karena kalau narkoba aturannya 3x24 jam baru ada hasil,” jelas Yutinus.

Dikatakan Yustinus, dalam proses penyelidikan, AI bersama tiga rekannya telah dilakukan tes urine untuk memastikan apakah benar mereka mengonsumsi ganja atau narkoba.

“Kita sudah ambil darahnya. Sekarang sudah dibawa ke Makassar untuk di tes di laboratorium,” jelas Yustinus.

Terpisah, Kapolres Polman AKBP Johan Priyoto, mengatakan dalam kasus tersebut, pihaknya akan memperlakukan AI seperti kasus-kasus lain yang pernah ditangani.

“Kita kan negara hukum. Jadi, semua diperlakukan sama. Jika hasil tes urine terbukti, kita akan tetapkan menjadi tersangka,” tegas Johan.
(azh)
Berita Terkait
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Terlibat Penyelundupan...
Terlibat Penyelundupan Narkoba, PM Kepulauan Virgin Ditangkap
Kolombia Sita Kapal...
Kolombia Sita Kapal Selam Narkoba, Angkut 3 Ton Kokain
6 Artis Indonesia Ditangkap...
6 Artis Indonesia Ditangkap Terkait Kasus Narkoba Sepanjang 2024
Beberapa Negara Berikan...
Beberapa Negara Berikan Hukuman Mati Bagi Kasus Narkoba
Penggerebekan Kampung...
Penggerebekan Kampung Narkoba di Matraman
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
6 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
6 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
6 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
6 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
7 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
7 jam yang lalu
Infografis
6 Kendaraan Polisi yang...
6 Kendaraan Polisi yang Biasa Diterjunkan dalam Aksi Demo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved