Pasca longsor, warga khawatir tiang SUTET roboh
Selasa, 30 Oktober 2012 - 01:00 WIB
Pasca longsor, warga khawatir tiang SUTET roboh
A
A
A
Sindonews.com – Warga Kampung Jambansari, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, khawatir tiang Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di lokasi longsor roboh.
Pasalnya, jarak antara tiang yang berdiri di atas tebing dengan lokasi longsor hanya sekira 30 meter saja.
Dian Maulana (56), warga Kampung Jambansari menuturkan, tambalan sementara atas tanggul yang jebol tidak akan mampu menahan dampak longsor pada tebing. Hingga kini, retakan-retakan tanah kembali tampak pada tebing yang mengalami longsor dan menutupi saluran air.
“Bisa-bisa, tiang SUTET itu roboh bila longsor terjadi. Tiang bisa miring sewaktu-waktu apabila terjadi pergerakan tanah atau longsor,” kata Dian, Senin 29 Oktober 2012).
Dampak longsor dan banjir yang terjadi Sabtu 27 Oktober 2012 itu masih menghantui warga di sekitar lokasi. Maka itu, Dian dan warga di kampungnya berharap pemerintah dapat segera menanggul dan membuat dinding penahan tebing.
“Sampai sekarang, belum ada lagi dari pemerintah yang datang kemari. Kami sangat menantikan uluran tangan dan kepedulian mereka,” ujarnya.
Sementara itu Staf Kelurahan Sukakarya Yuyun Yuhandi mengaku pihaknya telah berkali-kali mengajukan permohonan bantuan perbaikan irigasi serta tebing tersebut pada dinas terkait.
Dia membenarkan, kawasan Kampung Jambansari, Kelurahan Sukakarya masih rawan terhadap longsor dan banjir susulan. Terlebih lagi, tiang sutet itu berada di areal sawah yang terletak di atas tebing.
Tebingnya sendiri longsor akhir pekan lalu. Kondisi ini dikhawatirkan akan memperparah bencana di Kampung Jambansari.
"Kami sangat memerlukan bantuan pemerintah untuk menahan tebing itu agar tidak longsor,” tandasnya.
Pasalnya, jarak antara tiang yang berdiri di atas tebing dengan lokasi longsor hanya sekira 30 meter saja.
Dian Maulana (56), warga Kampung Jambansari menuturkan, tambalan sementara atas tanggul yang jebol tidak akan mampu menahan dampak longsor pada tebing. Hingga kini, retakan-retakan tanah kembali tampak pada tebing yang mengalami longsor dan menutupi saluran air.
“Bisa-bisa, tiang SUTET itu roboh bila longsor terjadi. Tiang bisa miring sewaktu-waktu apabila terjadi pergerakan tanah atau longsor,” kata Dian, Senin 29 Oktober 2012).
Dampak longsor dan banjir yang terjadi Sabtu 27 Oktober 2012 itu masih menghantui warga di sekitar lokasi. Maka itu, Dian dan warga di kampungnya berharap pemerintah dapat segera menanggul dan membuat dinding penahan tebing.
“Sampai sekarang, belum ada lagi dari pemerintah yang datang kemari. Kami sangat menantikan uluran tangan dan kepedulian mereka,” ujarnya.
Sementara itu Staf Kelurahan Sukakarya Yuyun Yuhandi mengaku pihaknya telah berkali-kali mengajukan permohonan bantuan perbaikan irigasi serta tebing tersebut pada dinas terkait.
Dia membenarkan, kawasan Kampung Jambansari, Kelurahan Sukakarya masih rawan terhadap longsor dan banjir susulan. Terlebih lagi, tiang sutet itu berada di areal sawah yang terletak di atas tebing.
Tebingnya sendiri longsor akhir pekan lalu. Kondisi ini dikhawatirkan akan memperparah bencana di Kampung Jambansari.
"Kami sangat memerlukan bantuan pemerintah untuk menahan tebing itu agar tidak longsor,” tandasnya.
(rsa)