Jokowi minta tak diikuti wartawan lagi
Senin, 29 Oktober 2012 - 18:53 WIB
Jokowi minta tak diikuti wartawan lagi
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) merasa terganggu dengan wartawan yang terus mengikutinya setiap kali menyapa masyarakat. Lebih lanjut, mantan Wali Kota Solo itu meminta, kunjungannya ke sejumlah tempat di Jakarta tidak usah diliput wartawan.
"Sudah ya, jangan ikutin saya terus. Kalau diikutin terus, saya jadi tidak fokus kerja. Jadinya saya dilihatin sama warga karena diikuti kalian," ujar Jokowi saat meninjau kawasan Thamrin City, Jakarta, Senin (29/10/2012).
Seperti diketahui, sejak pertama menjabat sebagai Gubernur DKI, Jokowi kerap terjun ke tengah masyarakat. Beberapa kalangan melihat, kunjungan rutin yang dilakukan Jokowi sebagai bentuk pencitraan. Diduga karena kritik ini, Jokowi enggan diliput wartawan saat terjun ke masyarakat.
Namun bukan tanpa alasan, awak media memusatkan matanya ke tokoh kharismatik ini. Tingginya harapan, dan praktik nyata Jokowi dalam mewujudkan Jakarta baru, menjadi sebab utama pentingnya tokoh Jokowi.
Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Gun Gun Heryanto mengatakan, Jokowi memiliki tugas yang sangat berat. Dia harus mewujudkan harapan warga Jakarta yang merindukan perubahan. Untuk itu, setiap kegiatannya menjadi perhatian publik.
Pada satu sisi, media harus mengawal kinerja Jokowi. Di sisi lain, Jokowi butuh konsentrasi yang tinggi. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara keduanya.
"Sudah ya, jangan ikutin saya terus. Kalau diikutin terus, saya jadi tidak fokus kerja. Jadinya saya dilihatin sama warga karena diikuti kalian," ujar Jokowi saat meninjau kawasan Thamrin City, Jakarta, Senin (29/10/2012).
Seperti diketahui, sejak pertama menjabat sebagai Gubernur DKI, Jokowi kerap terjun ke tengah masyarakat. Beberapa kalangan melihat, kunjungan rutin yang dilakukan Jokowi sebagai bentuk pencitraan. Diduga karena kritik ini, Jokowi enggan diliput wartawan saat terjun ke masyarakat.
Namun bukan tanpa alasan, awak media memusatkan matanya ke tokoh kharismatik ini. Tingginya harapan, dan praktik nyata Jokowi dalam mewujudkan Jakarta baru, menjadi sebab utama pentingnya tokoh Jokowi.
Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Gun Gun Heryanto mengatakan, Jokowi memiliki tugas yang sangat berat. Dia harus mewujudkan harapan warga Jakarta yang merindukan perubahan. Untuk itu, setiap kegiatannya menjadi perhatian publik.
Pada satu sisi, media harus mengawal kinerja Jokowi. Di sisi lain, Jokowi butuh konsentrasi yang tinggi. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara keduanya.
(san)