Pemkab Bantaeng didesak bangun universitas
Senin, 29 Oktober 2012 - 13:41 WIB
Pemkab Bantaeng didesak bangun universitas
A
A
A
Sindonews.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng (HPMB), mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng membangun universitas.
Aksi demonstrasi tersebut dilatari kabupaten yang berjuluk tanah bersejarah atau Butta Toa itu hingga kini belum memiliki universitas.
“Kami ingin pemerintah bisa memperhatikan hal itu, untuk membangun generasi yang lebih baik,” jelas Ketua HPMB Raya Khaeril Natsir, di sela orasinya, di Kantor DPRD Bantaeng, Senin (29/10/2012).
Aksi yang semula dipersiapkan untuk bertemu Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah tidak tercapai. Pasalnya Nurdin tidak berada di Bantaeng. Mereka juga menilai merasa kesulitan untuk bertemu bupati selama masa kepemimpinannya.
“Bagaimana mungkin Bantaeng dibangun menjadi kota yang indah. Sementara, potensi pemudanya tidak dibangun. Kami juga selama ini merasa sulit bertemu dengan Bupati. Kami rasa lebih mudah bertemu dengan Gubernur daripada Bupati,” jelas Khaeril.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bantaeng Alim Bachri L Tana mengatakan, pemuda memang memegang peranan terhadap pembangunan di Bantaeng.
Menurut dia, pemerintah dalam hal ini legislatif dan eksekutif, tetap memperhatikan anggaran pendidikan, termasuk rencana membangun universitas.
“Untuk Universitas memang beberapa waktu lalu sudah kami rencanakan dan tinggal realisasi anggaran dari pusat. Karena saat ini, kami masih terkendala anggaran,” jelas Alim Bachri.
Aksi demonstrasi tersebut dilatari kabupaten yang berjuluk tanah bersejarah atau Butta Toa itu hingga kini belum memiliki universitas.
“Kami ingin pemerintah bisa memperhatikan hal itu, untuk membangun generasi yang lebih baik,” jelas Ketua HPMB Raya Khaeril Natsir, di sela orasinya, di Kantor DPRD Bantaeng, Senin (29/10/2012).
Aksi yang semula dipersiapkan untuk bertemu Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah tidak tercapai. Pasalnya Nurdin tidak berada di Bantaeng. Mereka juga menilai merasa kesulitan untuk bertemu bupati selama masa kepemimpinannya.
“Bagaimana mungkin Bantaeng dibangun menjadi kota yang indah. Sementara, potensi pemudanya tidak dibangun. Kami juga selama ini merasa sulit bertemu dengan Bupati. Kami rasa lebih mudah bertemu dengan Gubernur daripada Bupati,” jelas Khaeril.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bantaeng Alim Bachri L Tana mengatakan, pemuda memang memegang peranan terhadap pembangunan di Bantaeng.
Menurut dia, pemerintah dalam hal ini legislatif dan eksekutif, tetap memperhatikan anggaran pendidikan, termasuk rencana membangun universitas.
“Untuk Universitas memang beberapa waktu lalu sudah kami rencanakan dan tinggal realisasi anggaran dari pusat. Karena saat ini, kami masih terkendala anggaran,” jelas Alim Bachri.
(rsa)