Bom aktif ditemukan di Poso
Senin, 29 Oktober 2012 - 11:41 WIB
Bom aktif ditemukan di Poso
A
A
A
Sindonews.com - Patroli gabungan TNI Polri di Poso, Provinsi Sulawesi Tengah berhasil mengamankan sebuah bom aktif yang ditemukan di sekitar dusun Tamanjeka Desa masani Kecamatan Poso Pesisir.
Kapolres Poso AKBP Eko Santoso menjelaskan, bom aktif itu memiliki berat keseluruhan 10 kilogram. Bahkan, bom tersebut sudah siap untuk diledakkan. Bom itu ditemukan dalam sebuah patroli bersama TNI Polri yang berangkat pada pukul 09.00 WIB untuk melakukan penyisiran hingga ke pondok yang diduga ada bom
"Dua jam kemudian, ketika tiba di pondok di kawasan Gunung Biru, petugas menemukan bom yang ditanam di pondok milik seorang warga berinisial AS. Dengan berat keseluruhan 10 kilogram," katanya di lokasi penemuan bom, Senin (29/10/2012).
Dia menambahkan, dari hasil penguraian terhadap bom yang dilakukan penjinak bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Sulawesi Tengah pada Minggu 28 Oktober 2012 kemarin ditemukan material berupa detonator, swiching antiangkat, power sembilan volt, bahan peledak serbuk putih, pot-pot paku, lensa teropong, lampu led, batre AA 3, lem cair, botol obat Liducine, batang suntikan, korek api, dan beberapa kabel.
"Dari Hasil penguraian dipastikan, bom aktif itu berdaya ledak tinggi (high explosive). Bomnya siap meledak, kalau ada yang ledakkan pasti meledak. Bomnya dalam bentuk tupperware," katanya.
Namun, hingga kini belum ada yang diperiksa atau ditangkap terkait penemuan bom aktif itu. Bahkan, belum ada tanda-tanda dari kapan waktu pelaksanaan operasi khusus gabungan TNI, Polri sebagaimana yang telah disampaikan Kapolda Sulawesi Tengah Brigjend Dewa Parsana pada 25 Oktober 2012 lalu.
Namun demikian, pihak kepolisian di Poso secara intensif mulai melakukan pelatihan pertempuran terhadap anggotanya.
Dia menambahkan, kini bom tersebut sudah dibawa ke Laboratorium Forensik (Labfor).
"Barbuk(barang bukti)-nya sekarang diamankan ditindaklanjuti sama Labfor," ujarnya.
Kapolres Poso AKBP Eko Santoso menjelaskan, bom aktif itu memiliki berat keseluruhan 10 kilogram. Bahkan, bom tersebut sudah siap untuk diledakkan. Bom itu ditemukan dalam sebuah patroli bersama TNI Polri yang berangkat pada pukul 09.00 WIB untuk melakukan penyisiran hingga ke pondok yang diduga ada bom
"Dua jam kemudian, ketika tiba di pondok di kawasan Gunung Biru, petugas menemukan bom yang ditanam di pondok milik seorang warga berinisial AS. Dengan berat keseluruhan 10 kilogram," katanya di lokasi penemuan bom, Senin (29/10/2012).
Dia menambahkan, dari hasil penguraian terhadap bom yang dilakukan penjinak bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Sulawesi Tengah pada Minggu 28 Oktober 2012 kemarin ditemukan material berupa detonator, swiching antiangkat, power sembilan volt, bahan peledak serbuk putih, pot-pot paku, lensa teropong, lampu led, batre AA 3, lem cair, botol obat Liducine, batang suntikan, korek api, dan beberapa kabel.
"Dari Hasil penguraian dipastikan, bom aktif itu berdaya ledak tinggi (high explosive). Bomnya siap meledak, kalau ada yang ledakkan pasti meledak. Bomnya dalam bentuk tupperware," katanya.
Namun, hingga kini belum ada yang diperiksa atau ditangkap terkait penemuan bom aktif itu. Bahkan, belum ada tanda-tanda dari kapan waktu pelaksanaan operasi khusus gabungan TNI, Polri sebagaimana yang telah disampaikan Kapolda Sulawesi Tengah Brigjend Dewa Parsana pada 25 Oktober 2012 lalu.
Namun demikian, pihak kepolisian di Poso secara intensif mulai melakukan pelatihan pertempuran terhadap anggotanya.
Dia menambahkan, kini bom tersebut sudah dibawa ke Laboratorium Forensik (Labfor).
"Barbuk(barang bukti)-nya sekarang diamankan ditindaklanjuti sama Labfor," ujarnya.
(mhd)