Beras raskin digembosi di perjalanan
Minggu, 28 Oktober 2012 - 18:27 WIB
Beras raskin digembosi di perjalanan
A
A
A
Sindonews.com - Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre III Ciamis kecolongan dengan ulah sopir truk pengangkut beras untuk keluarga miskin (raskin). Ternyata mereka menggembosi isi karung dengan menusuk dan mengurangi isinya.
Aksi awak truk pengangkut raskin ini terbongkar setelah pihak penerima mengaku timbangan beras berkurang. Karena perbuatan pelaku, Bulog rugi tujuh kwintal beras. Bulog Subdivre Ciamis merekomendasikan untuk memecat empat pelaku pengembos raskin yang terjadi di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya.
“Hasil klarifikasi yang kami lakukan, pengembosan beras raskin yang seharusnya dikirim 6,750 ton berkurang hingga tujuh kwintal sesampai di lokasi," tandas Kepala Subdivre III Bulog Ciamis, Ali Ardi kepada SiNDO, Minggu (28/10/2012).
Kehilangan beras tersebut diakui empat pelaku terdiri dari pengawas dan tiga orang rekan penyedia jasa angkut yaitu seorang sopir dan dua pekerja, masing-masing berinisial IM, DE, TS dan JA.
“Setiap barang yang dikeluarkan selalu di cek dulu. Beratnya harus sesuai standar netto 15 kilogram. Jadi tidak mungkin, ada pengurangan dari dalam. Setelah di telusuri, ternyata pengurangan timbangan terungkap berlangsung di tengah perjalanan,” papar Ali.
Sementara itu, lanjut Ali, terkait kekurangan pengiriman beras sebanyak tujuh kwintal di lokasi pengembosan, sudah langsung diganti oleh Bulog.
Koordinator Penyedia Angkutan Beras Raskin Bulog Ciamis Ade mengakui, peristiwa pengembosan yang terjadi di wilayah Tasikmalaya murni merupakan kesalahannya.
Untuk itu, dia langsung memberikan sanksi memecat para pelaku dan menerima teguran dari pihak Bulog Ciamis. “Kami kedepan mungkin akan lebih selektif dalam merekrut pekerja dan akan lebih memperketat dalam aturan pengiriman beras,” pungkas Ade.
Aksi awak truk pengangkut raskin ini terbongkar setelah pihak penerima mengaku timbangan beras berkurang. Karena perbuatan pelaku, Bulog rugi tujuh kwintal beras. Bulog Subdivre Ciamis merekomendasikan untuk memecat empat pelaku pengembos raskin yang terjadi di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya.
“Hasil klarifikasi yang kami lakukan, pengembosan beras raskin yang seharusnya dikirim 6,750 ton berkurang hingga tujuh kwintal sesampai di lokasi," tandas Kepala Subdivre III Bulog Ciamis, Ali Ardi kepada SiNDO, Minggu (28/10/2012).
Kehilangan beras tersebut diakui empat pelaku terdiri dari pengawas dan tiga orang rekan penyedia jasa angkut yaitu seorang sopir dan dua pekerja, masing-masing berinisial IM, DE, TS dan JA.
“Setiap barang yang dikeluarkan selalu di cek dulu. Beratnya harus sesuai standar netto 15 kilogram. Jadi tidak mungkin, ada pengurangan dari dalam. Setelah di telusuri, ternyata pengurangan timbangan terungkap berlangsung di tengah perjalanan,” papar Ali.
Sementara itu, lanjut Ali, terkait kekurangan pengiriman beras sebanyak tujuh kwintal di lokasi pengembosan, sudah langsung diganti oleh Bulog.
Koordinator Penyedia Angkutan Beras Raskin Bulog Ciamis Ade mengakui, peristiwa pengembosan yang terjadi di wilayah Tasikmalaya murni merupakan kesalahannya.
Untuk itu, dia langsung memberikan sanksi memecat para pelaku dan menerima teguran dari pihak Bulog Ciamis. “Kami kedepan mungkin akan lebih selektif dalam merekrut pekerja dan akan lebih memperketat dalam aturan pengiriman beras,” pungkas Ade.
(ysw)