Kedua tersangka terkait teror bom Papua
Minggu, 28 Oktober 2012 - 11:12 WIB
Kedua tersangka terkait teror bom Papua
A
A
A
Sindonews.com - Kedua anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang ditangkap kemarin, ternyata memiliki kaitan erat dengan sejumlah teror bom di Papua.
Berdasarkan catatan Polres Biak, kedua tersangka MD dan PA terkait dengan kasus peledakan di Pos Pengawasan Lalu Lintas di Jalan Irian dan Kantor Badan Kehormatan DPRD Wamena beberapa waktu lalu.
Keduanya juga dikenal sebagai pengajar pembuat bom terhadap 10 orang tersangka yang telah berhasil ditangkap, yakni YD, SH, ED, YBW, YJM, JM, SK, IK, NK, dan NL. Inisial terakhir ini diketahui sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Wamena.
Polisi setempat hingga saat ini masih melakukan pengejaran terhadap lima orang rekan mereka, yakni LH, NE, SD, HK, dan RH.
Kabag Humas Polda Papua AKBP I Gede Sumerta mengatakan, kedua tersangka terkait dengan sejumlah teror bom di Papua. "Mereka merencanakan meledakan sejumlah bom secara serentak di beberapoa wilayah di Papua," katanya di Papua, Minggu (28/10/2012).
Beberapa waktu lalu, bom rakitan kelompok ini telah meledak di dua tempat berbeda di Wamena. Meski tidak memakan korban jiwa, namun ledakannya cukup besar dan menghancurkan bangunan serta meresahkan masyarakat.
Berdasarkan catatan Polres Biak, kedua tersangka MD dan PA terkait dengan kasus peledakan di Pos Pengawasan Lalu Lintas di Jalan Irian dan Kantor Badan Kehormatan DPRD Wamena beberapa waktu lalu.
Keduanya juga dikenal sebagai pengajar pembuat bom terhadap 10 orang tersangka yang telah berhasil ditangkap, yakni YD, SH, ED, YBW, YJM, JM, SK, IK, NK, dan NL. Inisial terakhir ini diketahui sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Wamena.
Polisi setempat hingga saat ini masih melakukan pengejaran terhadap lima orang rekan mereka, yakni LH, NE, SD, HK, dan RH.
Kabag Humas Polda Papua AKBP I Gede Sumerta mengatakan, kedua tersangka terkait dengan sejumlah teror bom di Papua. "Mereka merencanakan meledakan sejumlah bom secara serentak di beberapoa wilayah di Papua," katanya di Papua, Minggu (28/10/2012).
Beberapa waktu lalu, bom rakitan kelompok ini telah meledak di dua tempat berbeda di Wamena. Meski tidak memakan korban jiwa, namun ledakannya cukup besar dan menghancurkan bangunan serta meresahkan masyarakat.
(ysw)