Guru digendam belasan juta
Sabtu, 27 Oktober 2012 - 01:48 WIB
Guru digendam belasan juta
A
A
A
Sindonews.com - Endah Rahayu (26) seorang guru asal Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung menjadi korban gendam bermoduskan rekening bank.
Kasubag Humas Polres Tulungagung AKP Dwi Hartaya menceritakan, di luar kesadarannya, Endah dituntun menuju mesin anjungan tunai mandiri (ATM).
Dibawah petunjuk seseorang yang mengaku bernama Lukman Edi, dia diminta mentransferkan uang sebesar Rp18 juta ke rekening bank atas nama Ida Yuniarti.
“Proses itu dilakukan melalui komunikasi selular (handphone). Begitu sadar, korban langsung melapor ke kepolisian," kata Lukman, kepada wartawan, di Tulungagung, Jumat (26/10/2012).
Lukman mengatakan, sebelum peristiwa itu terjadi, korban mengaku ditelpon Naning Tatik Purwaningsih, kerabatnya yang bertempat tinggal di Samarinda, Kalimantan Timur.
"Naning bertanya apakah korban sudah mendapat kiriman uang dari seseorang yang bernama Lukman Edi. Karena terburu-buru korban pun lantas menuju mesin ATM," ungkpanya.
Kebetulan korban memang hendak membeli sebuah rumah. Korban baru sadar menjadi korban penipuan setelah melihat simpanan uangnya berpindah ke rekening Ida Yunarti.
Lukman menegaskan, pihaknya masih melakukan pengembangan penyelidikan. "Slip bukti transfer ke rekening pelaku juga sudah kita amankan. Kita akan kembangkan penyelidikan," pungkasnya.
Kasubag Humas Polres Tulungagung AKP Dwi Hartaya menceritakan, di luar kesadarannya, Endah dituntun menuju mesin anjungan tunai mandiri (ATM).
Dibawah petunjuk seseorang yang mengaku bernama Lukman Edi, dia diminta mentransferkan uang sebesar Rp18 juta ke rekening bank atas nama Ida Yuniarti.
“Proses itu dilakukan melalui komunikasi selular (handphone). Begitu sadar, korban langsung melapor ke kepolisian," kata Lukman, kepada wartawan, di Tulungagung, Jumat (26/10/2012).
Lukman mengatakan, sebelum peristiwa itu terjadi, korban mengaku ditelpon Naning Tatik Purwaningsih, kerabatnya yang bertempat tinggal di Samarinda, Kalimantan Timur.
"Naning bertanya apakah korban sudah mendapat kiriman uang dari seseorang yang bernama Lukman Edi. Karena terburu-buru korban pun lantas menuju mesin ATM," ungkpanya.
Kebetulan korban memang hendak membeli sebuah rumah. Korban baru sadar menjadi korban penipuan setelah melihat simpanan uangnya berpindah ke rekening Ida Yunarti.
Lukman menegaskan, pihaknya masih melakukan pengembangan penyelidikan. "Slip bukti transfer ke rekening pelaku juga sudah kita amankan. Kita akan kembangkan penyelidikan," pungkasnya.
(maf)