Cegah tawuran pelajar, lokasi rawan dipetakan
Jum'at, 26 Oktober 2012 - 03:26 WIB
Cegah tawuran pelajar, lokasi rawan dipetakan
A
A
A
Sindonews.com - Aksi tawuran antar pelajar membuat pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Timur melakukan langkah antisipasi. Dinas Pendidikan (Disdik) Jatim langsung melakukan pemetaan lokasi-lokasi rawan terjadi tawuran.
Untuk langkah awal, Disdik mengumpulkan berbagai elemen meminimalisir terjadi tawuran. Diantaranya siswa, OSIS (organisasi siswa intra sekola), guru, dan kepala sekolah.
Mereka dikumpulkan di RM Agis Jalan Menanggal, Surabaya membahas perkembangan tawuran yang berpotensi masuk Jatim.
Dalam pertemuan ini, elemen-elemen sekolah yang berasal dari Surabaya sudah dilakukan pemetaan. Mereka berasal dari sekolah pinggiran dan tengah.
"Kita petakan sekolah-sekolah yang berpotensi tawuran," kata Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Harun, di kantornya, Kamis 25 Oktober 2012.
Harun mengatakan, tawuran antar pelajar yang akhir-akhir ini terjadi sudah menjadi perhatian pemprov. Fakta ini menunjukan rendahnya kesadaran pelajar terhadap sikap bela negara maupun cinta tanah air.
Untuk itu diperlukan suatu konsepsi yang tepat dalam sistem pendidikan nasional baik melalui kurikulum mata pelajaran (mapel), pendidikan karakter yang terintegrasi dan pemahaman pengamalan pancasila. "Dari langkah pemetaan ini akan muncul jalan penyelesaiannya," ujar dia.
Kabid Pendidikan Menengah Pertama (PMP) dan Pendidikan Menengah Atas (PMA) Disdik Jatim Bambang Sudarto mengatakan, langkah awal menyelesaikan persoalan tawuran di mulai dari Surabaya.
Pelajar, guru, dan kepala sekolah yang berasal dari lokasi-lokasi potensi tawuran dikumpulkan supaya bisa mengendalikan emosi.
"Daerah pinggiran itukan potensi tawuran lebih besar, makanya kita kumpulkan dan petakan dengan cepat," katanya.
Untuk langkah awal, Disdik mengumpulkan berbagai elemen meminimalisir terjadi tawuran. Diantaranya siswa, OSIS (organisasi siswa intra sekola), guru, dan kepala sekolah.
Mereka dikumpulkan di RM Agis Jalan Menanggal, Surabaya membahas perkembangan tawuran yang berpotensi masuk Jatim.
Dalam pertemuan ini, elemen-elemen sekolah yang berasal dari Surabaya sudah dilakukan pemetaan. Mereka berasal dari sekolah pinggiran dan tengah.
"Kita petakan sekolah-sekolah yang berpotensi tawuran," kata Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Harun, di kantornya, Kamis 25 Oktober 2012.
Harun mengatakan, tawuran antar pelajar yang akhir-akhir ini terjadi sudah menjadi perhatian pemprov. Fakta ini menunjukan rendahnya kesadaran pelajar terhadap sikap bela negara maupun cinta tanah air.
Untuk itu diperlukan suatu konsepsi yang tepat dalam sistem pendidikan nasional baik melalui kurikulum mata pelajaran (mapel), pendidikan karakter yang terintegrasi dan pemahaman pengamalan pancasila. "Dari langkah pemetaan ini akan muncul jalan penyelesaiannya," ujar dia.
Kabid Pendidikan Menengah Pertama (PMP) dan Pendidikan Menengah Atas (PMA) Disdik Jatim Bambang Sudarto mengatakan, langkah awal menyelesaikan persoalan tawuran di mulai dari Surabaya.
Pelajar, guru, dan kepala sekolah yang berasal dari lokasi-lokasi potensi tawuran dikumpulkan supaya bisa mengendalikan emosi.
"Daerah pinggiran itukan potensi tawuran lebih besar, makanya kita kumpulkan dan petakan dengan cepat," katanya.
(ysw)