Liburan, harus ada jalur alternatif ke Puncak
Kamis, 25 Oktober 2012 - 18:41 WIB
Liburan, harus ada jalur alternatif ke Puncak
A
A
A
Sindonews.com - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bogor usul kepada pemerintah untuk mencari solusi terbaik dalam mengatasi kemacetan di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, dengan mencari jalur alternatif pada saat libur panjang.
Kepala Satlantas Polres Bogor AKP Edwin Affandi mengatakan, perlu ada beberapa hal yang mesti dilakukan pemerintah.
"Memang harus terobosan yang signifikan dalam mengatasi kemacetan di Jalur Puncak ini. Baik jangka panjang maupun jangka pendek," ujar AKP Edwin ditemui di simpang Pos Polisi II B, Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Kamis (25/10/2012).
Ditambahkan dia, kemacetan di Jalur Puncak, disebabkan karena tidak seimbangnya volume kendaraan dengan kapasitas badan jalan. Banyak juga kendaraan yang keluar masuk kawasan pemukiman dan penginapan di sekitar Megamendung.
"Nah ini, pemerintah mesti membuat jalur alternatif bagi kendaraan yang hendak keluar dari Megamendung ke jalur utama Puncak. Sekarang inikan baik yang masuk maupun yang keluar masih menggunakan satu jalur yakni dekat samping masjid, ditambah lagi jalannya kecil," kata mantan Kasatlantas Polres Cirebon itu.
Tak hanya itu, pihaknya juga meminta pemerintah dan pengusaha angkutan umum yang melayani jalur Puncak untuk tertib dalam menaikkan dan menurunkan penumpang di sekitar Megamendung dan Pasar Cisarua.
"Mobilitas masyarakat dan wisatawan di kawasan Megamendung, Puncak, ini cukup tinggi. Selain keluar masuk kendaraan, banyak juga angkot yang menaikkan dan menurunkan penumpang. Ini perlu ada kesadaran," jelasnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga meminta pada instansi terkait untuk menata perparkiran yang memakan badan jalan di kawasan Pasar Cisarua. "Saya lihat, parkir di sekitar Pasar Cisarua ini tidak terkelola dengan baik. Banyak sepeda motor parkir di badan jalan dan angkot yang ngetem sembarangan," tandasnya.
Selain itu, dikarenakan Pasar Cisarua merupakan sentra bisnis yang tidak pernah sepi. Pihaknya mengusulkan adanya kanalisasi (pemisahan jalur) antara pengguna kendaraan dengan pejalan kaki.
"Dengan adanya kanalisasi pejalan kaki ini, kita jamin kawasan Pasar Cisarua bebas macet. Terlebih kalau pemerintah bisa merealisasikan wacana pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO)," katanya.
Kepala Satlantas Polres Bogor AKP Edwin Affandi mengatakan, perlu ada beberapa hal yang mesti dilakukan pemerintah.
"Memang harus terobosan yang signifikan dalam mengatasi kemacetan di Jalur Puncak ini. Baik jangka panjang maupun jangka pendek," ujar AKP Edwin ditemui di simpang Pos Polisi II B, Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Kamis (25/10/2012).
Ditambahkan dia, kemacetan di Jalur Puncak, disebabkan karena tidak seimbangnya volume kendaraan dengan kapasitas badan jalan. Banyak juga kendaraan yang keluar masuk kawasan pemukiman dan penginapan di sekitar Megamendung.
"Nah ini, pemerintah mesti membuat jalur alternatif bagi kendaraan yang hendak keluar dari Megamendung ke jalur utama Puncak. Sekarang inikan baik yang masuk maupun yang keluar masih menggunakan satu jalur yakni dekat samping masjid, ditambah lagi jalannya kecil," kata mantan Kasatlantas Polres Cirebon itu.
Tak hanya itu, pihaknya juga meminta pemerintah dan pengusaha angkutan umum yang melayani jalur Puncak untuk tertib dalam menaikkan dan menurunkan penumpang di sekitar Megamendung dan Pasar Cisarua.
"Mobilitas masyarakat dan wisatawan di kawasan Megamendung, Puncak, ini cukup tinggi. Selain keluar masuk kendaraan, banyak juga angkot yang menaikkan dan menurunkan penumpang. Ini perlu ada kesadaran," jelasnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga meminta pada instansi terkait untuk menata perparkiran yang memakan badan jalan di kawasan Pasar Cisarua. "Saya lihat, parkir di sekitar Pasar Cisarua ini tidak terkelola dengan baik. Banyak sepeda motor parkir di badan jalan dan angkot yang ngetem sembarangan," tandasnya.
Selain itu, dikarenakan Pasar Cisarua merupakan sentra bisnis yang tidak pernah sepi. Pihaknya mengusulkan adanya kanalisasi (pemisahan jalur) antara pengguna kendaraan dengan pejalan kaki.
"Dengan adanya kanalisasi pejalan kaki ini, kita jamin kawasan Pasar Cisarua bebas macet. Terlebih kalau pemerintah bisa merealisasikan wacana pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO)," katanya.
(san)