Jaga perbatasan, 650 prajurit Yonif 726 disiapkan

Kamis, 25 Oktober 2012 - 18:17 WIB
Jaga perbatasan, 650...
Jaga perbatasan, 650 prajurit Yonif 726 disiapkan
A A A
Sindonews.com - Sebanyak 650 orang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Satuan Batalyon Infantri (Yonif) 726 Tamalatea akan menjaga perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

Komandan Korem 141 Toddopul Kolenel Inf Afanti S Uloli mengatakan personel TNI ini dijadwalkan meninggalkan Markas Yonif 726 di Jeneponto, pada Januari 2013 mendatang. Sebelum meninggalkan barak, para personel tersebut akan mengikuti latihan pra tugas tahap. Awal Desember akan dilanjutkan latihan tempur tahap kedua dan latihan terakhir akan berlangsung 15 hingga 21 Desember 2012.

“Tugas menjaga perbatasan RI–Papua Nugini, harus dijunjung tinggi. Karena itu, lakukan dengan penuh semangat dan disiplin yang tinggi agar dapat dilaksanakan dengan baik sehingga dapat membanggakan keluarga besar Kodam VII Wirabuana dan masyarakat Sulawesi pada umumnya,” ungkap Afanti saat memimpin upacara serah terima jabatan Komandan Yonif (Danyon) 726 Tamalatea dari Letkol Infantri M Ali Chaniago, kepada Mayor Infantri Heny Sulistyono di Markas Yonif 726 Tamalatea, Kamis (25/10/2012).

Dia juga menyampaikan agar Danyon 726 Tamalatea yang baru, terus meningkatkan profesionalisme keprajuritan dengan melakukan pendidikan dan latihan. Meski TNI masih mengalami keterbatasan peralatan, namun prajurit TNI diminta bisa memegang jati diri TNI sebagai tentara rakyat.

Peningkatan kinerja satuan, terutama menghadapi era keterbukaan, dapat menimbulkan kerawanan, baik akibat tumpang tindih perbatasan, teror bom penyanderaan, illegal loging dan berbagai potensi konflik lainnya yang dapat menimbulkan instabilitas yang tentu saja berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat serta pertumbuhan pembangunan.

Yonif 726 sebagai satuan tempur disiapkan menghadapi kondisi tersebut sekaligus membantu perdamaian dunia serta membantu polisi secara professional dan proporsional.

Karena itu, lakukan inovasi dan improvisasi untuk meminimalisir keterbatasan peralatan namun dapat meraih hasil terbaik dan optimal, untuk itu teruslah berlatih dan berlatih.

“Karena itu, taati hukum dan tata tertib dan hormati adat istiadat yang berlaku. Tetap tumbuhkan budaya bersih, sehat dan indah. Cegah pelanggaran seminimal mungkin agar tidak merugikan satuan,” tegasnya.
(azh)
Berita Terkait
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa Tiga Kabupaten di Sulawesi
Kemendagri: Batas Desa...
Kemendagri: Batas Desa Penting Segera Diselesaikan untuk Kepastian Hukum
Ditjen Bina Pemdes Harapkan...
Ditjen Bina Pemdes Harapkan Tak Terjadi Konflik Batas Desa dalam Program ILASPP
Safrizal ZA: Penyusunan...
Safrizal ZA: Penyusunan RDTR Perlu Kepastian Wilayah Administrasi agar Tak Gagal Susun
Kemendagri Berharap...
Kemendagri Berharap ILASPP Dorong Percepatan Penyelesaian Batas Desa
Ditjen Bina Pemdes Kemendagri...
Ditjen Bina Pemdes Kemendagri Minta Kepala Daerah Laporkan Penyelesaian Batas Desa
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
2 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
2 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
2 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
3 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
4 jam yang lalu
Infografis
Usia Pensiun Prajurit...
Usia Pensiun Prajurit TNI dari Pangkat Terendah hingga Tertinggi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved