Jokowi: Jangan banyak-banyak program
Kamis, 25 Oktober 2012 - 14:09 WIB
Jokowi: Jangan banyak-banyak program
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akan memangkas banyak program kerja pejabat daerah di lingkungan Pemprov DKI. Karena, program kerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI saat ini sudah terlalu banyak hingga sulit dikontrol dan rawan korupsi.
"Banyak sekali anggaran-anggaran kita, banyak sekali item-itemnya, tapi absurd. Kalau tahun kemarin ada kira-kira 57 ribu mata anggaran di kegiatan, kontrolnya seperti apa coba?" ujar Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Kamis (25/10/2012).
Ditambahkan dia, Pemerintah Daerah (Pemda) harusnya fokus dengan beberapa program kerja saja. Karena akan menjadi lebih mudah dilakukan pengaturan, dan dapat mengurangi tingkat korupsi.
"Kalau saya lebih bagus enggak usah banyak-banyak. 1, 2, 3, 4, tapi kontrolnya mudah. Tapi kalau 57 ribu, bayangin, kontrolnya seperti apa? Kalau 57 ribu kegiatan, kemudian dibagi dinas kita berapa? 34? Satu dinas dapat berapa? Jadi mabuk semuanya," jelasnya.
Pemprov DKI sendiri akan mulai merubah pola anggarannya, termasuk mengurangi program-program yang ada. Dimana akan didahului program yang paling penting, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.
"Ini pola anggarannya mulai kita ubah. Jangan banyak-banyak program. Yang gede sekalian tapi bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat," tukas Jokowi.
"Banyak sekali anggaran-anggaran kita, banyak sekali item-itemnya, tapi absurd. Kalau tahun kemarin ada kira-kira 57 ribu mata anggaran di kegiatan, kontrolnya seperti apa coba?" ujar Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Kamis (25/10/2012).
Ditambahkan dia, Pemerintah Daerah (Pemda) harusnya fokus dengan beberapa program kerja saja. Karena akan menjadi lebih mudah dilakukan pengaturan, dan dapat mengurangi tingkat korupsi.
"Kalau saya lebih bagus enggak usah banyak-banyak. 1, 2, 3, 4, tapi kontrolnya mudah. Tapi kalau 57 ribu, bayangin, kontrolnya seperti apa? Kalau 57 ribu kegiatan, kemudian dibagi dinas kita berapa? 34? Satu dinas dapat berapa? Jadi mabuk semuanya," jelasnya.
Pemprov DKI sendiri akan mulai merubah pola anggarannya, termasuk mengurangi program-program yang ada. Dimana akan didahului program yang paling penting, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.
"Ini pola anggarannya mulai kita ubah. Jangan banyak-banyak program. Yang gede sekalian tapi bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat," tukas Jokowi.
(san)