Tinjau pintu air, Jokowi lihat sampah menumpuk
Rabu, 24 Oktober 2012 - 14:30 WIB
Tinjau pintu air, Jokowi lihat sampah menumpuk
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tak henti-henti melakukan kunjungan. Jika pagi tadi, dia mengunjungi pedagang di pasar Senen, siang ini dia mendatangi Pintu Air Manggarai.
Setibanya di pintu air, Jokowi langsung melihat sekitar dan mendapati tumpukan sampah. Terlihat di pinggir pintu air, Jokowi melihat satu unit eskafator atau alat yang digunakan untuk mengambil sampah dari pintu air.
Namun begitu, Jokowi melihat alat itu kurang maksimal digunakan. Karena, sampah masih tetap menumpuk. Bahkan tampak menggunung di pinggiran sungai.
Melihat hal itu, Jokowi mengaku prihatin dan menyatakan, sudah saatnya warga Jakarta memulai hidup bersih. "Inilah yang saya sampaikan berulangkali, terkait hidup bersih. Masa coba liat sampah seperti ini setiap hari. Setiap hari ini akan membahayakan saat banjir," kata Jokowi di Jakarta, Rabu (24/10/2012).
Dia menambahkan, sampah-sampah di pinggiran sungai dan disekitar pintu air harus segera diangkat. Karena sangat membahayakan jika terjadi hujan deras dan berdampak pada banjir di pemukiman warga.
Setibanya di pintu air, Jokowi langsung melihat sekitar dan mendapati tumpukan sampah. Terlihat di pinggir pintu air, Jokowi melihat satu unit eskafator atau alat yang digunakan untuk mengambil sampah dari pintu air.
Namun begitu, Jokowi melihat alat itu kurang maksimal digunakan. Karena, sampah masih tetap menumpuk. Bahkan tampak menggunung di pinggiran sungai.
Melihat hal itu, Jokowi mengaku prihatin dan menyatakan, sudah saatnya warga Jakarta memulai hidup bersih. "Inilah yang saya sampaikan berulangkali, terkait hidup bersih. Masa coba liat sampah seperti ini setiap hari. Setiap hari ini akan membahayakan saat banjir," kata Jokowi di Jakarta, Rabu (24/10/2012).
Dia menambahkan, sampah-sampah di pinggiran sungai dan disekitar pintu air harus segera diangkat. Karena sangat membahayakan jika terjadi hujan deras dan berdampak pada banjir di pemukiman warga.
(san)