Bus Trans Jakarta-Bekasi harus dikaji matang
Rabu, 24 Oktober 2012 - 12:39 WIB
Bus Trans Jakarta-Bekasi harus dikaji matang
A
A
A
Sindonews.com - Provinsi Jawa Barat (Jabar), DKI Jakarta, dan Banten, sepakat untuk membangun koridor utama busway DKI Jakarta-Bekasi.
Rencana itu telah disepakati melalui Badan Kerjasama Pembangunan (BKSP) Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Cianjur (Jabodetabekjur).
Ketua Organda Jabar Aldo Fantinus Wiyana menyarankan, pembangunan koridor busway yang membentang dari DKI Jakarta-Bekasi harus melalui kajian matang. "Jangan bangun terlalu cepat tanpa dipikirkan dulu," kata Aldo, di Bandung, Rabu (24/10/2012).
Menurutnya, misi pembuatan busway harus berusaha memindahkan penumpang kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Selain itu, perlu dikaji titik perhentiannya yang memerlukan bahu jalan yang luas, bengkel khusus, dan lainnya. Penting juga pembangunan shelter bagi perhentian bus.
"Ini sejalan dengan perlu dibangunnya disiplin perhentian bus dan disiplin penumpang. Jangan sampai, bus berhenti di sembarangan tempat. Penumpang juga harus terbiasa jalan kaki menuju shelter bus. Masalah lainnya, Organda juga perhatikan angkutan barang yang menimbulkan problem sama dengan angkutan orang," katanya.
Dia khawatir, jika koridor bus tidak dibuat dengan perencanaan dan kajian yang matang, nantinya malah gagal. Contohnya, proyek Trans Metro Bandung (TMB) dan beberapa trans metro lainnya di Indonesia.
"Banyak yang enggak jalan karena bukan untuk memindahkan penumpang kendaraan pribadi tapi malah bersaing dengan umum," katanya.
Disinggung sejauhmana kesiapan mengoperasikan busway antar kota, menurutnya, saat ini koordinasinya masih buruk. "Proyek ini agak sedikit dipaksakan, tanpa perencanaan matang, cuman bermain di kebutuhan kota saja, tidak menyeluruh," katanya.
Rencana itu telah disepakati melalui Badan Kerjasama Pembangunan (BKSP) Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Cianjur (Jabodetabekjur).
Ketua Organda Jabar Aldo Fantinus Wiyana menyarankan, pembangunan koridor busway yang membentang dari DKI Jakarta-Bekasi harus melalui kajian matang. "Jangan bangun terlalu cepat tanpa dipikirkan dulu," kata Aldo, di Bandung, Rabu (24/10/2012).
Menurutnya, misi pembuatan busway harus berusaha memindahkan penumpang kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Selain itu, perlu dikaji titik perhentiannya yang memerlukan bahu jalan yang luas, bengkel khusus, dan lainnya. Penting juga pembangunan shelter bagi perhentian bus.
"Ini sejalan dengan perlu dibangunnya disiplin perhentian bus dan disiplin penumpang. Jangan sampai, bus berhenti di sembarangan tempat. Penumpang juga harus terbiasa jalan kaki menuju shelter bus. Masalah lainnya, Organda juga perhatikan angkutan barang yang menimbulkan problem sama dengan angkutan orang," katanya.
Dia khawatir, jika koridor bus tidak dibuat dengan perencanaan dan kajian yang matang, nantinya malah gagal. Contohnya, proyek Trans Metro Bandung (TMB) dan beberapa trans metro lainnya di Indonesia.
"Banyak yang enggak jalan karena bukan untuk memindahkan penumpang kendaraan pribadi tapi malah bersaing dengan umum," katanya.
Disinggung sejauhmana kesiapan mengoperasikan busway antar kota, menurutnya, saat ini koordinasinya masih buruk. "Proyek ini agak sedikit dipaksakan, tanpa perencanaan matang, cuman bermain di kebutuhan kota saja, tidak menyeluruh," katanya.
(lns)